Headline

Direktur Advokasi PAHAM : LBH Perlu Membangun Sinergi Untuk Membela Umat



Pada Ahad, 22 Juli 2018 bertempat di Hotel Sofian Tebet, LBH PELITA UMAT mengadakan acara diskusi hukum mengambil tema “Peran LBH dalam menegakkan keadilan dan membela kebenaran”. Salah satu nara sumber, SYAHFITRI HANI HARAHAP, S.H., mengungkapkan pentingnya membangun sinergi antar lembaga bantuan hukum.
“Seluruh LBH perlu membangun sinergi dan kerjasama agar tugas-tugas advokasi dan pendampingan umat, menjadi lebih optimal” ungkapnya.
Fitri juga tidak mempersoalkan jika ada LBH yang berusaha memperoleh pendanaan dalam menangani perkara, yang penting kinerja yang diberikan profesional dan optimal. “Kalau membuat nota pembelaan hanya dua lembar, itu patut dipertanyakan” tambahnya ketika menanggapi pertanyaan dari salah satu peserta diskusi.
Direktur Advokasi LBH PAHAM Indonesia ini juga mengingatkan pentingnya menjangkau seluruh aspek pembelaan dan layanan konsultasi, diantaranya memberikan layanan dan penyuluhan hukum di lapas yang selama ini juga aktif dilakukan LBH PAHAM. Yang lebih penting, sinergi antar lembaga hukum penting dan mendesak untuk segera dilakukan.
“Bahwa peran LBH juga untuk edukasi masyarakat yg memerlukan bantuan hukum. kelak mereka bisa mandiri dan mengajarkan teman-teman ataupun kerabat yang tidak mengerti akses hukum” tegasnya.
Acara diskusi hukum ini juga dihadiri beberapa pembicara lainnya, seperti Novel Bamukmin, SH dari ACTA, DR. FIKRI CHAIRMAN, S.H. M.H. (KSHUMI Kalsel), WAHYU NUGROHO, S.H., M.H. (Direktur LKBH Usahid) dan Ahmad Khozinudin SH mewakili LBH PELITA UMAT yang menggantikan H. ISMAR SYARIFUDIN, S.H., M.A., Ketua bidang Advokasi PBB yang berhalangan hadir.
Diakhir acara, Chandra Purna Irawan selaku Sekjen LBH PELITA UMAT membacakan pernyataan hukum. Pernyataan disampaikan untuk merespons negara yang sudah dalam keadaan darurat hukum.