Headline

KAMI AKAN HADIR DALAM AKSI BELA MUJAHID 212 DI BEKASI


Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H. Ketua LBH PELITA UMAT


Saat diminta oleh tokoh dan ulama dan elemen umat Islam di Bekasi untuk memfasilitasi aksi menyampaikan aspirasi umat Islam, kami langsung menyanggupi. Kami tidak pernah merasa, turun dalam sebuah aksi menurunkan wibawa profesi seorang advokat sebagai _Officium Nobile_ (posisi terhormat). Justru, kami merasa terhormat dan bersyukur jika umat terus melibatkan LBH kami dalam aktivitas dakwah.
Dakwah adalah aktivitas mulia sebagaimana diemban para rasul dan ambiya’. Seorang muslim, dengan profesi dan pekerjaan apapun tidak boleh meninggalkan aktivitas dakwah. Bahkan, seorang muslim wajib memaksimalkan pengetahuan, profesi, pekerjaan, harta dan kekuasaan yang ada padanya, untuk di maksimalkan dalam aktivitas dakwah.
Mimbar-mimbar pembelaan umat tidak saja ada di ruang-ruang pengadilan, melalui majelis eksepsi dan pledoi atau permohonan-permohonsn resmi. Pledoi pembelaan untuk umat Islam bisa dibacakan melalui mobil komando aksi, video pernyataan, tulisan, hingga do’a yang dipanjatkan saat dalam keadaan sendirian.
Bahkan, melalui mimbar orasi, tulisan dan berbagai sarana diluar pengadilan, kami dapat mendakwa ketidakadilan. Kami mampu menjalankan fungsi menuntut sekaligus membela. Menuntut kekuasaan dijalankan secara benar dan berkeadilan, membela setiap inchi kezaliman.
Aksi pembelaan di bekasi yang diadakan di Mapolresta metro kota bekasi, adalah aksi umat yang bergerak berdasarkan kesadaran Islam dan perasaan persaudaraan. Peserta aksi tidak terikat karena hubungan keluarga, mitra kerja atau hubungan dunia lainnya dengan tersangka. Mereka bergerak atas dorongan akidah Islam.
Karenanya, kami justru berbahagia bisa hadir, berada dan bersama-sama umat untuk memperjuangkan tegaknya keadilan dan membela kebenaran. Kami, akan selalu serius dan sungguh-sungguh memberikan pembelaan dan pelayanan kepada umat, atas dorongan akidah Islam.
Karenanya kami mengajak dan menghimbau segenap umat Islam, agar terjun dan menyelami nikmatnya dakwah. Indahnya persaudaraan dan kebahagiaan memberikan pembelaan kepada sesama saudara muslim.
Suherman dan shodiqin adalah saudara kita, mereka mendapat perlakuan zalim dari sistem hukum yang mengenal bulu, yang tajam kebawah dan tumpul keatas, hukum yang tebang pilih dan pilih tebang.
Ini investasi terbaik, kesempatan terbaik, untuk mendownload pahala berlipat untuk bekal kelak di akherat. Allah SWT akan perhitungkan setiap keringat dan jejak kaki yang berjuang membela Islam.
Sekiranya Allah SWT berkehendak, pastilah seluruh penduduk bumi menegakan keadilan dan kebenaran. Sunatullah menunjukan, ada hitam dan putih, ada baik dan buruk, untuk menguji iman kita. Benarkah, sholat, ibadah, hidup dan mati kita hanya untuk Allah SWT semata ?
Allah SWT berfirman :
أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan begitu saja mengatakan : “kami telah beriman sedangkan mereka tidak diuji ?”
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Alloh mengetahui orang-orang yang jujur dan sungguh Dia mengetahui orang-orang yang dusta”.
Dan hari ini, kita hanya diuji untuk ikut membela saudara kita. Bukan diuji untuk berada dibalik jeruji besi penjara. Karena itu wahai umat Islam, penuhilah seruan itu.