Headline

PEMBENTUKAN LBH PELITA UMAT KORWIL YOGYAKARTA



Alhamdulillah pada hari Kamis, tanggal 19 Juli 2018 bertempat di Jalan Nyi Tjondrolukito, Yogyakarta telah terlaksana rapat pembentukan struktur Kordinator Wilayah LBH Pelita Umat untuk wilayah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dihadiri oleh rekan-rekan pengacara di Jogja, alumni Sarjana Hukum, media muslim, dan perwakilan ulama.
Diawali dengan pembukaan oleh RH. Agung Nugroho, SH. sampaikan terkait fakta-fakta kondisi umat Islam di Indonesia yang kritis mengalami berbagai tindakan persekusi, kriminalisasi, dan intimidasi. Seperti kasus Ustadz Alfian Tanjung yang mengingatkan bahayanya PKI malah kemudian dipenjara. Jonru Ginting aktivis Islam yang juga bernasib sama dicari-cari kesalahannya.
Juga yang belum lama Profesor Suteki seorang guru besar Universitas Diponegoro Semarang dicopot dari jabatannya dengan tuduhan anti Pancasila, padahal beliau adalah notabene dosen pengajar Pancasila selama lebih dari 20 tahun. Inilah sebagian yang melatarbelakangi dibentuknya LBH Pelita Umat, sesuai namanya sebagai Pembela Islam Terpercaya (Pelita) kepad umat Islam yang di dzalimi.

Acara dilanjutkan penyampaian sambutan oleh Ustadz Narko A Fikri sebagai perwakilan dari Ulama menceritakan kejadian saat 212 dimana beliau mengkordinir keberangkatan teman-teman yang hendak membela agamanya di Jakarta. Tak lama setelah berangkat dengan sekitar beberapa ratus orang ustadz Narko dihubungi orang rumah , diberitahukan rumahnya didatangi dari banyak aparat yang ntah apa tujuannya. Membuat keluarga dan orang tua di rumah ketakutan. Dengan kejadian ini ustadz Narko menyatakan pentingnya adanya sebuah Lembaga yang bisa memberikan pembelaan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bapak Akhlis Mukhidin,SH sebagai perwakilan dari pengacara menyampaikan bahwa Jogja sebagai barometer penting untuk adanya lembaga bantuan hukum yang bisa memberikan pembelaan kepada mereka yang membutuhkan, mulai dari para ulama dan aktivis, juga kepada masyarakat yang membutuhkan.
Pembicara selanjutnya Bapak Eko Prasetyo, SH sampaikan perlu juga adanya sosialisasi kepada para ulama dan aktivis Islam terkait batasan-batasan dalam utarakan pendapat supaya tidak sampai terjerat pasal sebagai tindakan pencegahan, selain upaya pembelaan. Karena tindakan pencegahan juga lebih baik untuk hindari kriminalisasi.
Selanjutnya Muhammad Prayoga, SH sampaikan mendukung LBH ini karena memang belum ada LBH yang serius tentang pembelaan kepada mereka ulama yang kritis terhadap masalah keumatan
Pembicara lain Puhardjono, SH. , Dimas Widarto, SH , dan Bapak Totok dari perwakilan ormas juga mendukung adanya LBH ini sebagai wadah pembelaan terhadap unat yang di dzalimi.
Terakhir pembicara Pak Yusuf perwakilan dari media muslim menyatakan sangat mendukung, karena media juga sering kali sebagai sasaran, yang perlu juga bantuan dari LBH. Acara kemudian ditutup dengan pembentukan struktur pengurus LBH Pelita Umat Korwil Daerah Istimewa Yogyakarta.