Headline

Persekusi Insan Kampus Sudah Pada Tahap Yang Sangat Mengkhawatirkan


Direktur LKBH Unsahid Jakarta, Wahyu Nugroho, SHI, MH memaparkan tentang realitas wajah buruk dunia sivitas akademika, khususnya terkait adanya kasus persekusi terhadap insan kampus, dosen atau guru besar yang memberikan keterangan ilmiah dalam forum resmi di pengadilan yang mendapat perlakuan zalim penguasa. Hal ini terkait nasib yang dialami Prof Suteki, Guru Besar hukum Undip Semarang yang di Sanksi pihak Rektorat karena kehadirannya memberikan keterangan ilmiah di persidangan MK dan PTUN Jakarta.
“Insan kampus adalah insan cendekia, sudah seharusnya diberi kebebasan untuk menyampaikan pendapat sesuai kapasitas keilmuannya. Tidak boleh ada yang mengekang atau mengintimidasi” tutur Wahyu dalam sebuah Diskusi hukum yang diselenggarakan LBH PELITA UMAT, Ahad (22/7).
Wahyu juga melihat, LKBH di kampus-kampus perlu untuk secara aktif memberikan perlindungan dan advokasi kepada insan akademika dari berbagai penzaliman. Lebih lanjut, dia juga memandang penting membangun sinergi antar LKBH agar kerja-kerja advokasi bisa berjalan lebih maksimal.
Sebagaimana diketahui, akhir-akhir ini Pemerintah melalui Menristekdikti banyak membuat kebijakan zalim dengan mengawasi aktivitas sivitas akademika. Dengan dalih isu radikalisme, Menristekdikti banyak menyebarkan teror dan intimidasi dilingkungan kampus dengan berbagai pernyataan dan anasir liar. Terakhir, mahasiswa Unes Semarang mendapat sanksi dari Rektor karena menyampaikan kritik terhadap kebijakan kampus.
“Selain memberikan advokasi, advokat juga harus memiliki imunitas dalam menjalankan tugas profesi agar tidak menjadi korban kriminalisasi. Karenanya, kami sedang menguji UU advokat ke MK agar tegas dan jelas memberikan perlindungan hukum bagi advokat dari ancaman hukum baik pidana maupun perdata dalam menjalankan tugas dan fungsi profesi ” papar Wahyu, yang saat ini juga sedang mengajukan Judicial Review UU Advokat di MK.