Headline

Sekjen LBH PELITA UMAT: Kami Menyeru Kepada Praktisi Hukum Untuk Membela Umat



Pada Ahad (22/7/2028) bertempat di hotel Sofian Jakarta, LBH PELITA UMAT membuat pernyataan hukum yang dibacakan langsung oleh Sekjen LBH, Chandra Purna Irawan SH MH. Hadir bersama chandra, beberapa perwakilan Korwil LBH dari Jateng, Jatim, jogja, dan beberapa perwakilan provinsi lainnya.
Pernyataan dibuat menyikapi maraknya upaya kriminalisasi terhadap ulama, habaib, aktivis Islam dan bahkan terhadap simbol dan ajaran Islam. Kondisi negara disebut sedang dalam keadaan darurat hukum.
“Perlu untuk segera dan serta merta diambil tindakan kongkrit menyelamatkan negara dari upaya oknum dan sekelompok individu yang hendak menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan untuk merealisir tujuan politik dan kepentingannya” tegas chandra membacakan pernyataan.

Masih menurut chandra, umat Islam bersama ulama, habaib dan aktivis Islam telah menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan penguasa dengan menggunakan hukum sebagai sarana untuk mengekang daya kritis dan upaya untuk memberikan Nasehat kepada penguasa. Setelah mempertimbangkan berbagai kondisi umat Islam, hukum dan situasi politik nasional, Lembaga Bantuan Hukum Pembela Islam Terpercaya (LBH PELITA UMAT), memberikan pernyataan.
“Pertama, Menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap ulama, habaib, aktivis dan umat Islam, termasuk terhadap ajaran Islam dan simbol-simbolnya”.
“Kedua, Mendorong kepada Pemerintah untuk terlibat aktif dan membuka diri dalam berbagai dialog terbuka dalam rangka menyelesaikan seluruh problematika yang menimpa bangsa dan negara” tegas chandra.
Selanjutnya chandra juga menyeru kepada para praktisi hukum untuk bersatu padu, bersinergi untuk bergerak -berdasarkan kapasitas dan dorongan akidahnya- untuk terlibat penuh, serius dan sungguh-sungguh untuk memberikan advokasi dan pembelaan kepada para ulama dan aktivis Islam.