Headline

PERTEMUAN ITU BEGITU MENGHARUKAN


Oleh : Akmal Kamil Nasution, (LBH Pelita Umat Korwil Kepri)


Alhamdulillahiwahdah wa nashoro ‘abdah wa a’azzajunndahu ahzabawahdah la syarikalah.
Alhamdulillahirobbila ‘alamin. Sabtu 4 Agustus 2018, Moh. Suherman diberikan Panangguhan Penahanan oleh Polresta Bekasi setelah sebelumnya pada tanggal 27 Juni 2018 para tokoh, alim ulama, ormas dan umat Islam di Bekasi melakukan aksi damai sekaligus audiensi dengan Kapolresta metro Kota Bekasi untuk menuntut pembebasan atau penangguhan Penahanan Moh Suherman dan Sodiqin sang Mujahid Aksi Bela Islam 212.
Pada Tanggal 3 Agustus 2018 Ketua LBH Pelita Umat Ahmad Khozinudin, SH menerima Telpon dari Wakasatreskrim Polresta Bekasi bahwa permohonan penangguhan penahahanan Moh. Suherman dikabulkan.
Sekira pukul 10.00 WIB Penulis menemui Pak Joko Staf Krimsus untuk menyelasaikan administrasi penangguhan penahanan. Penulis diminta untuk menghadirkan NI Leti Rukmini Istri Moh Suherman dan Agus Suherlan adik kandung Moh Suherman untuk dimasukkan dalam Berita Acara Penangguhan Penahanan.
Setelah menghadirkan keduanya. Tidak seberapa lama Pak Joko menjemput Moh Suherman di ruang tahanan dan langsung membawa beliau untuk dipertemukan dengan kami diruang penyidik.
Sesampainya diruang Penyidik, Moh Suherman langsung memeluk Istrinya. Begitu haru suasananya, rindu bercampur sedih karena sudah satu bulan mereka tidak bersua karena dipaksa berpisah oleh jeruji besi tahanan.
Dengan berseloroh Pak Joko bertanya kepada Istri Moh Suherman “benar nggak ini orangnya, jangan-jangan saya salah orang. Kalau salah orang ya saya kembalikan lagi” Moh Suherman dan keluarganya mungkin tidak lagi mendengar seloroh pak Joko karena sudah larut dalam harunya perjumpaan. Tapi bagi Penulis dan Ustadz Islahuddin guru mengaji Moh Suherman yang ikut bersama kami begitu jelas selorohan itu.
Tampak begitu erat Moh Suherman memeluk Istrinya, air mata dan isak tangis kebahagiaan keduanya membuat Penulis juga ikut terharu. Menatap tubuh kurus Moh Suherman yang tampak bersih memutih seperti tubuh yang terampuni dosa dengan ujian masuk tahanan. sampai penulis memberikan nasihat kepada keluarganya “jangankan musibah, rasa gelisah saja itu adalah ampunan dari Allah”.
Ada hal yang membuat geli hati Penulis, Moh Suherman begitu lama memeluk Istrinya tidak ada kata-kata yang terdengar kecuali isak tangis bahagia keduanya, tapi mereka berpelukan begitu lama. Akhirnya Penulis berujar “berarti sayang sama bini aja, sama adeknya nggak, gitu ?” barulah Moh Suherman memeluk erat adeknya. Masya Allah….
Setelah itu Moh. Suhermanpun memeluk guru mengajinya Ustadz Islahuddin yang ikut bersama kami di ruang penyidik, guru mengajinya memperlanalkan Penulis kepada Moh. Suherman.
“Ini Lawyer” ujar Ustadz Islahuddin.
Selanjutnya untuk membahagiakan Moh Suherman Penulis menyampaikan “saya jauh dari Kepulauan Riau untuk antum”. Tidak ada jawaban terindah dari beliau kecuali gema takbir bahagia. Allahu Akbar…
Beliaupun beranjak ke lantai yang agak lapang dan melepas sandal jepitnya dan bersujud syukur dibarengi isak tangis bahagia. Subhanallah…
Setelah berkas selesai dan diterima. Moh Suherman dan Penulis menuju ruang Kanit Krimsus pamit untuk pulang.
Penulis membawa Moh Suherman kelantai satu untuk menemui para ustadz, tokoh, sahabat dan umat Islam yang memang sudah menunggu kehadiran beliau. Pelukan sayang persaudaraan silih berganti untuk Moh Suherman. Sehingga Penulis berfikir “kapankah kebahagiaan seperti ini akan dirasakan oleh saudara kita Sodikin”?.
Wallahu a’lam.