Headline

UST NOVEL BAMUKMIN : UMAT ISLAM DIZALIMI, ULAMA KAMI DIKRIMINALISASI


Pada Ahad, 19 Agustus 2018, LBH Pelita Umat menyelenggarakan acara ILF (Islamic Lawyers Forum) dengan tajuk “Eksploitasi Hukum dan Politisasi Islam di Tahun Politik, Sebuah Ancaman?.
Dalam agenda Islamic Lawyers Forum ini, hadir Pembicara dari tokoh-tokoh nasional dan ulama, yaitu Dr. H. Eggi Sudjana.,SH.,MSi (Advokat Senior), Azam Khan.,SH. (Advokat, aktivis pergerakan), Ustdz Novel Bamukmin.,SH. (Jubir PA 212), KH. Ilyasa HI Wijaya (PP Al Mukhlisin Mojokerto) dan Chandra Purna Irawan.,SH.,MH. (Sekjen LBH Pelita Umat).
Secara khusus, Ust Novel Bamukmin mempersoalkan ketidakadilan yang dipertontonkan penguasa saat ini. Hukum dijadikan alat kekuasaan, aparat penegak hukum tidak lagi menjadi alat negara tetapi telah jatuh menjadi alat kekuasaan.
Sejak Ahok di penjara, ulama dan tokoh umat Islam diburu, dikriminalisasi dan dipersekusi. Apa yang menimpa Imam besar Habib Rizq Shihab, adalah contoh kongkrit bagaimana rezim ini berlaku zalim pada ulama.
Sementara, tuntutan umat Islam untuk memproses hukum Sukmawati, Fictor Laiskodat, Cornelis, Ade Armando seperti dipandang sebelah mata. Pada kasus Ade Armando, Ust Novel bersama LBH STREET LAWYERS, telah mengajukan praperadilan dan dimenangkan hakim. Status SP3 kasus Ade Armando batal, Ade Armando ditetapkan tersangka. Seharusnya, Ade Armando segera ditangkap tapi sampai hari ini tersangka masih bergerak bebas.
 “Kami umat Islam hanya menuntut keadilan. Untuk kasus Ahok, kami harus mengerahkan 7 (tujuh) juta umat Islam untuk menuntut keadilan. Keadilan di negeti ini memang mahal. Padahal, jika tuntutan kami bukan keadilan, mudah saja mengalihkan 7 juta masa ke istana, atau 4 juta masa pada aksi 411 untuk menduduki DPR. Sekali lagi, kami hanya menuntut keadilan” keluhnya.
“Pada Kasus busukma perkaranya tidak diproses, padahal laporan begitu banyak, ada 30 laporan. Terlihat sekali hukum saat ini hanya di eksploitasi menjadi alat kekuasaan. Tajam kepada umat Islam, tetapi tumpul kepada para Penista agama” tambahnya.
Ust Novel Bamukmin juga mengungkap adanya korban meninggal di gelaran di aksi 411. dua orang Ikhwan meninggal dunia. Tetapi media tutup mata. Jika pelanggaran itu dilakukan FPI, media akan mengulang-ulang berita hingga dua bukan lamanya.
“Pada aksi 411, kami ditembaki dengan gas air mata, sakit dan sesak sekali dada ini rasanya” ungkap Ust Novel.
Diskusi berjalan dengan hangat, tampak peserta dari para advokat, tokoh dan ulama hikmat menyimak diskusi. Dalam sesi tanya jawab diskusi yang dipandu oleh Rekan Panca Putra Kurniawan ini, beberapa peserta mengajukan pertanyaan dan tanggapan kepada nara sumber yang hadir.