Headline

Pemeriksaan Gus Nur sebagai Tersangka di Reskrimsus Polda Jatim


PelitaUmatNews - Surabaya. Meskipun kemarin (21/11) diperiksa di Polda Sulteng, hari ini Kamis (22/1) Sugi Nur Raharja (Gus Nur) tetap mendatangi undangan panggilan kedua dari Reskrimsus Polda Jatim sebagai tersangka pencemaran nama baik atas pelaporan anggota Banser Surabaya.

Selepas mendarat di bandara juanda, tidak jenak istirahat transit, langsung berkoordinasi dengan Ricky Fatamazaya dari LBH Pelita Umat, salah satu kuasa hukum Gus Nur, bersama Badan Hukum Front Front Pembela Islam (BHF-FPI).

Sesaat sebelum berangkat menuju Mapolda Jatim, Gus Nur diminta untuk menyampaikan 'Pesan Perjuangan' kepada segenap kaum muslimin.

"Gus Nur tidak takut menghadapi proses hukum yang menjeratnya. Kalau toh pun sampai dipenjara,"... maka tetap lanjutkanlah dakwah."

Gus Nur juga menyayangkan, dirinya berkali-kali dilaporkan. Sebab yang dirugikan adalah umat. Beberapa jadwal ceramah penggalangan dana di Sumatera untuk pembangunan 100 masjid di Palu terpaksa batal karena urusan pemeriksaan ini.


Sejak pukul 09.00 WIB penantian kedatangan Gus Nur, 200 lebih para simpatisan/Muhibbin Gus Nur berdiri di gerbang masuk Mapolda berjajar ke Utara di frontage barat A.Yani. Mereka tetap setia menunggu di luar Mapolda selama pemeriksaan pemeriksaan Gus Nur berlangsung. Hanya jeda waktu shalat Dzuhur dan Ashar di masjid Dinkes Jatim. Ironinya, masjid Mapolda Jatim yang baru tertutup bagi jamaah dan simpatisan Gus Nur.

Beberapa tokoh-tokoh menyampaikan pandangannya terhadap kasus hukum yang menjerat Gus Nur. Abah Kholiq dari Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) dan Pak Syam tokoh kawak PII, menyampaikan pembelaannya untuk Gus Nur. Dokter Ni'mah relawan/simpatisan Gus Nur lain sebagai representasi 'emak-emak militan', meneriakkan secara heroik,"Bela Gus Nur, bela Ulama 212. Tolak kriminalisasi ulama oleh rezim dzalim."

Wartawan Shautul Ulama merekam dan menyiarkan secara live streaming, dengan banyak ragam mendapatkan respon dari netizen.

Gus Nur masuk di ruang pemeriksaan reskrimsus Polda Jatim jam 10.30 WIB, didampingi lawyer dari LBH Pelita Umat dan BHF FPI. Gus Nur tidak ditahan penyidik, karena pasal yang disangkakan (27 ayat 3 UU ITE) tidak memenuhi syarat objektif untuk dilakukan penahanan, dimana ancaman pidananya dibawah lima tahun.

Pemeriksaan tuntas ketika masuk waktu Maghrib (17.30 WIB), total 7 jam diperiksa secara terus menerus. Setelah shalat Maghrib, Gus Nur menyempatkan sisa simpatisan/Muhibbin ya yg masih bertahan di frontage depan mapolda, Alhamdulillah.




No comments