Headline

BENDERA TAUHID TELAH KEMBALI KEPEMILIKNYA


Oleh,
Chandra Purna Irawan, SH.,MH.
(Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI & Sekjen LBH PELITA UMAT).

Sebelum ada aksi 411, 212 semula yang sering membawa  bendera dan Panji Rasulullah Saw yaitu Al-Liwa Arroya dengan lafadz tauhid "laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah" adalah HTI (Hizbut Tahrir Indonesia), setiap kali aksi ada yang membawa bendera tauhid kita pasti akan menyimpulkan bahwa itu HTI. Tetapi Alhamdulillah, mulai saat ini semua orang, semua kelompok membawa bendera dan Panji Rasulullah Saw yaitu Al-Liwa Arroya dengan lafadz tauhid "laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah".

HTI sudah menjelaskan secara langsung dan di AD ART nya bahwa itu bukan Bendera HTI, melainkan bendera dan Panji Rasulullah SAW dan bendera nya umat Islam. HTI hanya memperkenalkan dan mengembalikan kepada pemiliknya yaitu Umat Islam.

Reuni 212 tahun ini dengan mengangkat tajuk #BelaTauhid. Tajuk ini diangkat respon terhadap pembakaran bendera tauhid, pelaku hanya di vonis 10 hari penjara dan denda 2000 rupiah atau terkena pidana Pasal 174 KUHP.

Jika ditinjau dari aspek hukum bahwa pasal 174 KUHP merupakan tindak pidana ringan. Pasal ini menitik beratkan pada "dengan sengaja mengganggu rapat umum, dengan mengadakan huru hara, atau membuat gaduh". Jika dilihat dari locus dan tempus delicti (waktu dan tempat kejadiannya), pembakaran itu diduga dilakukan setelah upacara atau rapat peringatan hari santri. Sehingga pembakaran tersebut tidak menggangu rapat umum atau peringatan hari santri dan juga tidak terjadi huru hara pada saat itu. Penegak hukum memfokuskan pada dampak perbuatan, bukan pada objek perbuatan. Objek perbuatan nya adalah pembakaran bendera tauhid.

Terlepas dari pelaku dan vonis hakim yang dinilai oleh masyarakat sebagai bentuk ketidakadilan. Atas perlakuan mereka dan kehendak Allah SWT kita semua berkumpul dengan tujuan yang sama, digerakkan hati-hati kita oleh Allah SWT untuk datang, tanpa membawa identitas kelompok tetapi semua nya dibawah bendera dan Panji Rasulullah Saw yaitu Al-Liwa Arroya dengan lafadz tauhid "laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah".

Sungguh indah, Allah SWT sudah mempersatukan kita. Mulai saat ini jangan berpisah, jangan bercerai berai.

#LelahBerpisah
#Aksi212 #BelaTauhid.

Jakarta Pusat, 2 Desember 2018.

No comments