Headline

IRESS: DIVESTASI FREEPORT ADALAH HOAX TERBESAR PEMERINTAH JOKOWI


Jakarta, LBH-PU. Ir. Marwan Batubara, Msc, Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS) menyebut proses divestasi freeport yang digembar-gemborkan sebagai prestasi pemerintahan Jokowi adalah hoax. Faktanya, dua tahun Kedepan hingga tahun 2020 Freeport tidak membagi deviden karena merugi. Padahal, PT Inalum harus mengeluarkan kocek besar untuk memborong saham Freport.

"Ini rezim menebarkan hoax, divestasi freeport itu buntung bukan untung, Indonesia jadi pecundang bukan pemenang. Seharusnya Pemerintah tunggu KK berakhir 2021, bukannya memaksa membeli saham freeport USD 3,85 miliar, apalagi sumber dananya utang dari penerbitan Global Bond" ungkap Marwan.

Ia juga menjelaskan PT Inalum harus menanggung bebas cicilan dan bunga atas beberapa kupon Global Bond yang diterbitkan dengan nilai total USD 400 miliar. Pernyataan Marwan disampaikan pada diskusi Islamic Lawyers Forum (ILF) yang diselenggarakan LBH PELITA UMAT (27/1).

Selain Marwan, hadir juga Nara sumber lain : Dr. Ichsanuddin Noorsy, BSc, SH, MSi (Ekonom, Pengamat Politik), Dr. Ahmad Redi, S.H.,M.H. (Akademisi, Dosen Untar), Salamudin Daeng (Pengamat Ekonomi), KH. Umar Ash Shidiq (PP Daarus Tsaqafah) dan Chandra Purna Irawan, S.H. M.H. (Sekjen LBH PELITA UMAT).

Diskusi ILF edisi ke-7 ini dipandu Presiden ILF Ahmad Khozinudin, OPENING oleh Wahyudi Al Maroko selaku Pembina LBH PELITA UMAT, mengambil tema 'Divestasi Freeport, NKRI mati harga?'. (AK).

No comments