Headline

YUKNGOPI#14 TUBAN : “MIN SERATUS (-100), NILAI REZIM DIHADAPAN ULAMA”


Mengawali tahun 2019, Komunitas YukNgopi (Ngobrol Pemikiran Islam) Tuban menggelar YukNgopi Edisi ke 14 pada ahad, 13 Januari 2019 dengan tajuk “ Outlook Politik Hukum dan Keamanan di Tahun Politik 2019 ” bertempat di Hotel Gang Guest Syariah Tuban. Hadir sebagai pembicara Gus Khalim, Ulama Pengasuh Pondok Pesantren Laju Lor Singgahan – Tuban, Agung Supriyanto, SH yang merupakan politisi sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional Kabupaten Tuban, Ahmad Khozinuddin, SH Ketua DPP LBH Pelita Umat-Jakarta serta Sujono Ali Mujahidin, SH seorang advokat sekaligus aktivis di Tuban dengan Host Kurdi At Tubany.

Mengawali diskusi, Host menanyakan kepada semua narasumber terkait padangan masing-masing  dalam hal kondisi politik, hukum dan keamanan di tahun 2018. Dan semua pembicara sepakat bahwa kondisi politik, hukum dan keamanan di tahun 2018 adalah buruk.

Uraian politisi PAN, Agung Supriyanto, SH dengan gamblang menguraikan bahwa memang pada tahun 2018 ini hukum tidak menjadi supremasinya, bahkan hukum cenderung menjadi alat politik (political tools) untuk menjegal dan/atau menundukkan lawan-lawan politiknya. Bahkan beliau mengatakan bahwa saat ini politisi kalau mau aman dari jerat hukum rumusnya sederhana, yakni merapat menjadi bagian dari petahana.

Hal senada juga disampaikan oleh pengacara HTI yang juga pengacara Gus Nur dan banyak aktivis Islam, Bang Ahmad Khozinuddin, menurut beliau penegakan hukum di 2018 memang buruk, beliau memberikan skor 2 dari skala nilai 1 – 10. Untuk memberikan penekanan bagaimana buruknya penegakan hukum oleh rezim ini di 2018, beliau bahkan memberikan sebutan rezim ini adalah rezim dictator konstitusional, ihwal pembubaran HTI beliau kemukakan sebagai contoh. Yakni bagaimana teknis pembubaran ormas sudah sedemikian baik diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013, dan juga bahwa UU 17/2013 belum pernah sekalipun digunakan, akhirnya karena syahwat kuasa rezim akhirnya di by pass dengan menggunakan Perpu 2/2017. Disisi lain syarat kegentingan yang memaksa sebagai prasyarat perpu dikeluarkan juga tidak ada.


Yang justru mencengangkan adalah ulasan Gus Khalim, dengan penyampaian berapi-api, menurut beliau saat ini sesungguhnya yang tengah berjalan adalah narasi iblis karenanya  ketika ditanyakan oleh Host untuk memberikan skor dengan skala angka 1 – 10 beliau menjawab dengan tegas “ kalau saya diminta memberikan nilai, maka nilai nya – 100”, sontak hadirin tertawa. Dilanjutkan oleh Host untuk memperdalam  mengenai alasannya beliau memberikan nilai tersebut, beliau menjawab “ ya karena rezim ini sudah menyentuh wilayah (bermain-main) aqidah.

Advokat asli Tuban, Sujono Ali Mujahidin, SH juga mengemukakan pendapat yang sama, bahwa potret hukum di 2018 adalah buruk, karena kekuasaan telah bermain-main dalam urusan hukum.

Di sesi berikutnya, terkait dengan arah perjuangan kaum muslimin di Indonesia semua sepakat harus terjadi perubahan rezim. Bang Ahmad Khozinuddin mempertegas arus perubahan yang seharusnya dijalankan oleh umat Islam di Indonesia. Bahwa umat Islam harus memiliki plan A dan plan B, plan A adalah menitipkan aspirasi penegakan kepada partai politik yang ada, dan plan B nya adalah bahwa jika titipan aspirasi tersebut dikhianati, maka arus tiada pilihan lain adalah menggunakan jalur ummat dan ahlul quwwah sebagaimana Rosulullah SAW tuntunkan hingga tegaknya syariah dan khilafah.

Mempertegas hal tersebut, Gus Khalim meyakinkan kepada semuanya, bahwa tidak ada kebaikan selain berhukum pada hukum (syariat) Allah.

YukNgopi yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan tersebut akhirnya diakhiri pada jam 23.45 WIB dengan doa yang dipimpin oleh Gus Khalim. (KAT)


No comments