Headline

"UU ITE ALAT PEMBUNGKAM KRITISME PUBLIK?" ISLAMIC LAWYERS FORUM NGANJUK


Nganjuk - Para tokoh dan praktisi lintas profesi memenuhi acara Islamic Lawyers Forum yang digelar pada Sabtu sore, bertempat di Ballroom Hotel Istana. Forum diskusi tokoh yang diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum Pelita Umat  cabang Nganjuk ini mengambil tajuk " UU ITE,  Alat pembungkaman kritisme publik? ".

Tampak para peserta diskusi dari kalangan kyai dan ustadz, lawyer, akademisi, caleg, dan tokoh lainnya sangat antusias dengan format acara yang dirasa baru bagi masyarakat Nganjuk. (9/3/2019)
Tampil sebagai pembicara utama yakni  Ahmad Khozinudin S.H., selaku Ketua Pusat LBH Pelita Umat dan Muslim Arbi selaku Koordinator GARPU (Gerakan Perubahan), dipandu host Ahmad Rizal dari Indonesia Justice Monitor.


Muslim Arbi dalam pemaparannya mengungkapkan UU ITE  berbau represif. "UU ITE menjadi alat membungkam orang untuk bersuara (kritis), ketika kita berbicara keadilan dan kebenaran kita dicurigai sebagai penjahat, kita bela negara malah dipenjara." kata Muslim.
Muslim juga menceritakan pengalamannya saat melaporkan presiden jokowi ke bawaslu karena kebohongan data pada saat debat pilpres kedua.  Menurutnya hukum saat ini tumpul pada kawan sendiri, buktinya ketika ia melapor dipersulit dengan berbagai alasan.
Ahmad Khozinudin S.H. dalam kesempatannya berbicara mengutip sebuah hadist mengenai kondisi saat ini,

سَيَأتِي عَلَى النَّاس سَنَوَات خَدَّاعَات، يُصَدَّق فِيهَا الكَاذِب ويُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق، ويُؤْتَمَن فِيهَا الخَائِن ويُخَوَّن فِيهَا الأَمِين، ويَنْطِق فِيهَا الرُّوَيْبِضَة، قِيْلَ: ومَا الرُّوَيْبِضَة؟ قَالَ: الرَّجُل التَّافِه في أمْر العَامَّة

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.” (HR. Al-Hakim).

"Hadist inilah yang terjadi saat ini dimana akan datang tahun kedustaan, tahun hoax,  pembohong dianggap baik dan yang amanah dianggap berbohong", kata Ahmad dalam penjelasannya.
Selanjutnya Ahmad Khozinudin S.H., mengatakan represifisme UU ITE ini secara materil dan formil bermasalah,  termasuk praktik tebang pilih yang kontra dengan rezim diproses dan pro dibiarkan bebas,  seperti Abu Janda, Ade Armando, Fiktor Laiskodat dst. Padahal mereka jelas melakukan ujaran kebencian.

Beliau menjelaskan problem dari penerapan pasal yang tebang pilih inilah yang mengakibatkan UU ITE represif kepada pihak oposisi. 

Di akhir sesi Ahmad Khozinuddin memberikan rekomendasi agar represifisme rezim ini dapat dihentikan. Pertama,  memberikan rincian kerusakan terstruktur, sistematis, dan masif yang saat ini terjadi kepada rakyat. Kedua, Kembali kepada konstitusi Al Quran dan As Sunnah agar penerapan hukum tidak ada peluang untuk berubah-ubah. Ketiga, Persoalan 17 April 2019 nanti tidak boleh ada lagi pemimpin tukang bohong,  tidak ada lagi pendusta yang menjadi pemimpin.

No comments