Headline

SARASEHAN TOKOH CILACAP : UMAT WAJIB BERSATU DAN MEMBANGUN SINERGI PERJUANGAN




PelitaUmatNews, Cilacap. Senin (27/5), LBH PELITA UMAT berkesempatan hadir dalam sarasehan sambil berbuka bersama dengan elemen tokoh dan ulama di Cilacap. Selain untuk membangun ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadhan, sarasehan bertujuan untuk meneguhkan komitmen perjuangan dalam membela Diinul Islam.

Dalam sarasehan yang membahas tema OBOR (One Belt One Road) sebagai pemantik diskusi, Drs. Wahyudi Al Maroky, MSi selaku ketua Dewan Pembina LBH PELITA UMAT menjelaskan betapa bahayanya Projek OBOR China ini bagi kepentingan nasional bangsa Indonesia. OBOR tidak saja berbahaya secara ekonomi, namun lebih jauh secara politik, budaya dan ideologi.

Projek OBOR bisa mengokohkan dominasi China yang perlahan ingin menyaingi Amerika sebagai negara adidaya, untuk menguasai pasar dan sejumlah sumber energi dan bahan baku yang melimpah di negeri ini. Selain itu, Projek OBOR ini rentan dijadikan sarana penetrasi ideologi komunis China di negeri ini.

Sebagai negara satelit, Indonesia saat ini orbit politiknya sedang menjadi objek rebutan negara besar, Amerika dan China. Karena itu, bangsa ini wajib menyadari bahaya eksistensi OBOR yang merupakan sarana penjajahan China.

Lebih jauh, Wahyudi menekankan jika negeri ini ingin keluar dari posisi sebagai negara satelit, negara yang dipengaruhi adidaya lainnya, maka negeri ini wajib mengadopsi sistem politik yang dalam sejarah telah terbukti menjadikan negara berdaulat dan adidaya.

"Inggris, Perancis, Amerika, Soviet, dan khilafah adalah contoh negara super power di era dulu dan sebagiannya hingga saat ini. Negeri ini tidak mungkin mengadopsi kapitalisme yang diadopsi Amerika atau Perancis. Tidak mungkin pula mengadopsi sosialisme Soviet, karena penduduk negeri ini mayoritas muslim" ungkapnya.

Masih menurut Wahyudi, negeri ini bisa menjadi negara super power jika mengadopsi sistem Islam dan menerapkan sistem Islam untuk menerapkan syariah Islam. Khilafah adalah pilihan sistem yang sesuai dengan akidah penduduk negeri ini, yang dahulu terbukti menjadikan negara yang mengemban Islam dengan khilafah menjadi negara super power.

Adapun Ahmad Khozinudin, ketua LBH PELITA umat menekankan pentingnya membangun sinergi dan persatuan pasca pemilu 2019. Pasca pemilu apalagi setelah pelantikan Presiden, kuat dugaan rezim akan melipatgandakan penzaliman kepada umat.

"Saat ini, rezim sedang mengintensifkan kriminalisasi dengan pasal makar, pencemaran, fitnah, pasal SARA UU ITE dan pasal hoax. Pasal-pasal ini menjadi langganan bagi rezim untuk mengkriminalisasi sejumlah tokoh nasional" tegas Ahmad.

Menurut Ahmad, bukan mustahil jika rezim telah resmi berkuasa kembali maka akan ada upaya intensifikasi kriminalisasi kepada siapapun yang tidak sejalan atau mengkritik kebijakan rezim. Karena itu, umat wajib bersatu untuk mengantisipasi potensi peningkatan penzaliman oleh rezim.

Pada kesempatan dialog, Ust Syamsudin selaku ketua FUI Cilacap juga menekankan pentingnya membangun Persatuan dan sinergi dikalangan elemen umat Islam. Sejumlah penangkapan terhadap aktivis, juga represifme aparat saat melakukan penindakan terhadap peserta demonstrasi 21-22 Mei perlu menjadi perhatian serius.

"Kita wajib bersatu, membangun sinergi. Kita juga perlu memikirkan Roadmap bersama untuk visi perjuangan umat pasca Pilpres ini" ungkapnya.

Acara sarasehan yang dihadiri puluhan peserta ini berlangsung begitu hangat. Tanpa disadari, waktu berbuka telah tiba. Para peserta diskusi melanjutkan acara dengan berbuka bersama sambil berbincang hangat. [].






No comments