Headline

BUTUH POROS UMAT, AGAR MACAN TIDAK BERUBAH JADI KUCING



LBH-PU.News. Gresik, 27 Juli 2019.  LBH Pelita Umat Korcab Gresik menyelenggarakan Diskusi Publik yang bertemakan 'Menata Arah Perjuangan Umat Pasca Pilpres'.

“Acara ini digelar untuk menjaga spirit perjuangan dan mengokohkan ukhuwah umat Islam dalam dakwah amar makruf nahi mungkar. Dengan tujuan mewujudkan kepemimpinan politik untuk mensejahterakan rakyat, adil dan makmur, tanpa pamrih, imbalan jasa dan transaksional kekuasaan. Kepemimpinan politik yang dapat menghilangkan kemafsadan dan menebar kemaslahatan,  dengan diterapkannya syariah Islam secara kaffah”. Inilah sambutan Nanang Rubianto selaku ketua penyelenggara sekaligus Koordinator LBH Pelita Umat Korcab Gresik.

Dihadiri berbagai elemen masyarakat Gresik mulai dari praktisi Pendidikan, kader partai politik, dan perwakilan ormas Islam. 

Narasumber yang hadir adalah Habib Novel Bakmukmin Jubir PA 212 sekaligus mantan anggota tim kuasa Hukum BPN, Prof. Dr. Suteki, SH.MH Guru Besar Mata Kuliah ideologi dan Filsafat Pancasila, Muhib Hanif  Ketua FUIPS Gresik, Drs. Slamet Sugianto dari Lembaga PKAD Jatim, dan Achmad Khozinuddin, SH, MH selaku Ketua Umum LBH Pelita Umat. Dan sebagai host adalah Kang Adam Al Bantani.

Habib Novel yang diberi kesempatan pertama menceritakan kisah perjuangannya saat pilpres kemarin. Dan diakhiri dengan menyampaikan pesan, "Kekecewaan umat Islam atas pilpres harus dijaga dan dirawat agar arah perjuangan umat melawan penguasa zalim bisa tertata dan terkristalisasi sehingga terlahir pemimpin yang alim, adil, dan membela agama Allah SWT secara kaffah. Karna Hukum Allah SWT di atas segala galanya, yang menjamin keadilan dan kemakmuran".

“Dalam dunia perpolitikan transaksional  seekor macan bisa berubah menjadi kucing ketika harus berbagi kekuasaan. Tetapi bukti sejarah menyatakan bahwa Penentuan peradaban manusia itu yang paling mendasar ditentukan oleh faktor agama atau perjuangan dari luar sistem yang ada, bukan ditentukan oleh perpolitikan transaksional atau perubahan struktural”. tegas Prof. Dr. Suteki, SH.MH.

Kesempatan berikutnya adalah Muhib Hanif, beliau menyampaikan bahwa Cita-cita umat ini adalah keadilan dan kemakmuran yang hakiki, maka umat ini harus memiliki visi dan misi yang benar yang bersumber dari Wahyu Ilahi yakni Islam Rahmat Lil Alamin. Dan Rahmah itu hanya bisa terwujud ketika Syariah Islam diterapkan secara kaffah. Karna dengan rahmah itulah,  terwujud kemaslahatan dan terhindar dari kemafsadatan.  Maka seharusnya Syariah Islam itu harga Mati bagi setiap orang mukmin bukan sekadar pilihan ketika menguntungkan diambil dan ketika berlawanan dengan kepentingan lalu diabaikan.

Umat Islam harus terus berkonsolidasi, karna problem umat ini adalah problem sistemik bukan sekadar problem parsial. Karna perjuangan politik merubah sistem sekuler  jika melalui jalan demokrasi butuh biaya yang sangat besar dan terlalu mahal, rawan kecurangan dan money politik. Tegas Drs. Slamet Sugianto selaku narasumber keempat.

Dipenghujung acara untuk menjawab berbagai respon dan pertanyaan dari audien Khozinuddin, SH, MH menegaskan bahwa Umat harus mengevaluasi arah perjuangan bukan sekadar mengganti orang saja. Tetapi harus memiliki panduan dalam menentukan pemimpin yakni fikrahnya, tharikahnya, paham persoalan umat,  memiliki standart dan visi misi yang sama untuk mewujudkan diterapkannya syariah islam secara totalitas. Maka umat Islan harus membentuk poros tersendiri yakni poros umat, menjaga persatuan dan kesatuan umat agar  tidak sekadar ditunggangi dan dimanfaatkan saja. Tetapi menjadi penentu arah kepemimpinan umat dan bangsa ini.

Sebelum acara diakhiri, terlebih dahulu ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Habib Novel Bakmukmin. Setelah itu dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bareng – bareng untuk mengabadikan moment kegiatan yang luar biasa.[]











No comments