Headline




GUS NUR DIBELA, KRIMINALISASI ULAMA TAK BOLEH MERAJALELA

[Catatan Hukum Pembelaan Tim Penasehat Hukum Gus Nur]


Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Ketua LBH PELITA UMAT


Hari ini, penulis sedang dalam perjalanan menuju Kota Surabaya. Praktis, nyaris 3 bulan ini penulis mondar mandir Jakarta - Surabaya, untuk mendampingi Gus Nur. Untungnya, penulis tidak sendiri. Ada Rekan-rekan LBH PELITA umat Korwil Jatim dan BHF FPI Jatim yang juga ikut mendampingi.

Terbayang betapa beratnya melakukan pembelaan hukum jika harus sendirian, betapa besar energi, waktu, tenaga dan fikiran yang perlu secara khusus dialokasikan. Alhamdulilah, dengan berhimpunnya Bang Andry Ermawan, Cak Budiharjo, Bang Nur Rakhmad, Mba Siti Fatimah, Bang Agung, Bang Zaenal Fandi, Bang Abdul Rochim, Bang Lalu Abdimansyah, Bang Mulyono, Bang Abdul Ghafur, Bang Agung Silo Widodo, Bang Amirul Bachtiar dan 20 Advokat lainnya menjadikan tugas-tugas pembelaan hukum terhadap Gus Nur menjadi ringan, karena ditanggung secara bersama-sama.

Esok (Kamis, 1/8) adalah sidang ke-6, dengan agenda Saksi dan Ahli dari Terdakwa. Setelah beberapa pekan JPU diberi kesempatan untuk membuktikan dakwaannya, kini giliran kami dari tim Penasehat Hukum memberikan pembelaan.

Gus Nur didakwa telah mengunggah konten yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU No. 19 tahun 2016 tentang Perubahan UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Pasal 27 ayat (3) UU ITE ini berbunyi :

“(3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

Sementara itu,  pasal 45 ayat (3) UU ITE :

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

Gus Nur didakwa telah mengunggah video yang dilaporkan oleh Ma'rufsyaf (Pelapor), yang berisi atau bermuatan pencemaran dan/atau penghinaan dengan durasi 2 menit. Padahal, video yang diunggah Gus Nur secara resmi di akun Munjiyat Channel berdurasi 27 menit sekian detik. Video yang dilaporkan Pelapor juga bukan diperoleh dari Gus Nur, melainkan dari Group WhatsApp (GWA) PWNU Jatim. Dalam persidangan sebelumya, saksi Nurudin juga menyatakan video yang diperoleh bukan dari Gus Nur, tetapi dari GWA GUIB Jatim (Gerakan Umat Islam Bersatu).

Karena itu, kami perlu menghadirkan saksi fakta dan keterangan ahli untuk mengkonfirmasi beberapa hal :

Pertama, video yang menjadi objek laporan yang didakwa telah mencemarkan nama baik NU bukanlah video yang berasal dari Gus Nur. Sehingga, Gus Nur bukanlah pihak yang mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik berupa video yang berdurasi 2 menit.

Video yang diunggah Gus Nur secara resmi di akun YouTube Munjiyat Channel adalah video dengan durasi 27 menit. Karenanya, unsur mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik tidak dapat dipenuhi.

Kedua, pihak yang dituju Gus Nur melalui unggahan video berdurasi 27 menit itu adalah Akun Generasi Muda NU. Hal mana dilakukan, untuk mengkounter tudingan akun generasi muda NU yang mengunggah 20 nama ustad Wahabi dan Radikal, dimana Nama Ustadz Abdul Shomad (UAS), Tengku Zulkarnaen dan Gus Nur termasuk didalamnya.

Artinya, tidak tepat jika pelapor mengatasnamakan NU sebagai pihak yang merasa dicemarkan. Karena sasaran kritik Gus Nur adalah akun Sosmed (Facebook) Generasi Muda NU.

Ketiga, jika institusi NU merasa dicemarkan maka yang memiliki kapasitas adalah orang yang memiliki jabatan atau wewenang untuk bertindak atas nama NU atau setidaknya mendapat kuasa dari NU. Faktanya, pelapor hanya bertindak secara pribadi, bukan organ struktur NU yang memiliki wewenang untuk dan atas nama NU, bukan bertindak atas perintah NU dan tidak pula mendapat Surat Kuasa dari NU.

Keempat, konstruksi pasal 27 ayat (3) UU ITE tidak bisa dilepaskan dari genus delik pasal 310 dan 311 KUHP. Karenanya, yang disasar dalam pasal dimaksud adalah individu, seseorang, bukan lembaga atau organisasi.

Karenanya, tidak tepat jika Gus Nur didakwa mencemarkan lembaga NU karena sandaran pasal yang dijadikan dasar dakwaan adalah pasal 27 ayat (3) UU ITE merujuk genus delik pasal 310 dan 311 KUHP.

Pasal 310 KUHP :

"(1) Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah."

Dengan konstruksi pembelaan dimaksud, kami berkeyakinan Gus Nur akan diputus bebas atau setidaknya diputus lepas dari tuntutan (onslag van recht vervolging). Sebab, unsur-unsur pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 27 ayat (3) Jo. Pasal 45 ayat (3) UU ITE tidak terbukti secara sah dan meyakinkan.

Meskipun demikian, kami meyakini bahwa dibalik semua bukti dan pembelaan ada faktor keyakinan hakim yang sangat menentukan. Meskipun pembelaan maksimal, namun jika hakim berkeyakinan lain maka ekspektasi atas putusan Gus Nur bisa berbeda.

Karenanya, kami mohon kepada seluruh umat Islam agar memberi doa kepada Gus Nur agar diputus bebas. Dalam prosesnya, kami mohon juga agar Tim PH Gus Nur juga diberi kemudahan dan keistiqomahan.

Tak terasa, pesawat penerbangan dari Soeta menuju Surabaya sudah siap diberangkatkan. Menutup catatan, sekali lagi penulis mohon agar semua tim lawyer pembela Gus Nur diberi kemudahan, rezeki yang berlimpah, rumah tangga yang berkah, dan mendapat limpahan ridlo-Nya, Amien. [].

No comments