Headline

DISKUSI TOKOH UMAT CILACAP: ISU RADIKALISME SIAPA UNTUNG, SIAPA BUNTUNG?



Cilacap, LBH-PU, News. Minggu (25/8) suasana di kota Cilacap ada yang berbeda. Hal ini nampak terlihat saat LBH Pelita Umat cabang Cilacap menggelar forum diskusi tokoh umat, advokat dan aktifis Islam. Dalam forum diskusi tersebut menghadirkan pembicara ketua umum dan Sekjen LBH PELITA UMAT, Ahmad Khozinudin, SH dan Chandra Purna Irawan, SH MH.

Bang Ahmad Khozinudin, SH berkesempatan menyampaikan pemaparan pertama. Ahmad menjelaskan, pada faktanya mereka yang suka menuding radikalisme dan terorisme kepada umat islam dan Ormas Islam mereka sama-sekali tidak membela dan menyuarakan kepentingan rakyat, hal ini nampak dari sikap mereka yang diam (mingkem) saat radikalisme dan terorisme terjadi di Papua.

Bang Ahmad melanjutkan, bahwa isu radikalisme secara kasat mata ada narasi ingin menolak ajaran dan simbol-simbol Islam seperti jihad, poligami, khilafah, bendera tauhid dan syariat Islam lainnya. Isu radikalisme ingin mencabut perasaan, pemikiran dan keyakinan dari umat Islam, tandasnya.

Pemaparan selanjutnya dari Sekjen LBH Pelita Umat bang Chandra menjelaskan, isu radikalisme hanya isu lama seperti ekstrimisme, fundamentalisme, dan terorisme. Setelah isu lama itu tidak laku lagi dimunculkanlah isu baru yaitu isu radikalisme, tudingan anti pancasila, anti ke-bhinekaan.

Chandra juga mengingatkan ada penjelasan dari mantan kepala BNPT Ansyaad Mbai terkait definisi radikalisme. Ada tiga jenis radikalisme, Pertama, radikalisme fisik yaitu tindak terorisme seperti pengeboman dan lain-lain. Kedua, radikalisme ferbal seperti jenggot, celana cingkrang, cadar. Ketiga, radikalisme pemikiran yaitu orang-orang yang sering mengkritik penguasa, termasuk orang-orang yang menyampaikan politik Islam seperti syariah dan khilafah. Chandra melanjutkan, jangan takut mendakwahkan ajaran Islam seperti dakwah syariah dan khilafah. Karena tidak ada pasal yang dilanggar, tidak ada satupun hukum yang dilanggar.

Suasana semakin menghangat dengan diskusi dan pertanyaan dari peserta. Acara diskusi tokoh umat, advokat dan aktifis umat ditutup do’a oleh KH. Iskandar Idrus dari kecamatan Nusawungu, Cilacap. [HG].






No comments