Headline

Islamic Lawyer Forum (ILF) LBH Pelita Umat Cabang Pasuruan: Bagaimana Mewarnai Indonesia dengan Syariat Islam?



Pasuruan - (Sabtu, 24/08/2019). Islamic Lawyer Forum (ILF) Edisi 2 sukses digelar dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional di bumi Sakera. Salah satunya narasumber utama yakni Prof. Dr. Suteki S.H., M.Hum., beliau menyampaikan keprihatinan dan kritiknya pada kondisi hukum, ekonomi, dan politik nasional yang sesak dengan berbagai ketidakadilan.

"Hukum itu berfungsi untuk mengatur, fungsinya untuk integrasi dan penyelesaian. Baik dalam masalah ekonomi dan politik, maupun ranah hukum itu sendiri. Kayaknya menurut kita hak-hak dasar sudah terpenuhi. Namun kalau kita teliti lagi akan ditemui masalah. Misalnya dalam kebebasan, saat pemilu kemarin apakah setiap pemilih memilih dengan bebas dari tekanan?", ungkap profesor Suteki.

ILF Edisi 2 yang dipersembahkan LBH Pelita Umat Cabang Pasuruan ini mengambil tema, "Apa dan Bagaimana Kebijakan Ekonomi, Hukum dan Politik sebagai Solusi Krisis Sistemik?". Sekitar 70 peserta lebih dari kalangan alim ulama, tokoh masyarakat, akademisi hadir saling berbagi pikiran.

"Sebut saja Enzo yang menenteng bendera tauhid dengan tas ranselnya yang kemudian dipermasalahkan. Bahkan bapak Mahfud MD mengatakan TNI kecolongan dalam hal ini. Ini adalah masalah keadilan dalam hukum.", lanjut profesor.

Prof Suteki mengutarakan bahwa baiknya pelaksanaan hukum menandakan sehatnya bidang-bidang lainnya semisal politik dan ekonomi.

"Episentrum masalah sebenarnya adalah bagaimana kita memposisikan agama dalam mengatur kehidupan. Sayangnya kita sebagai mayoritas tidak dapat mewarnai, seperti buih di tengah lautan.", kata profesor Suteki.

Narasumber lainnya yaitu Dr. Ichsanuddin Noorsy, B.Sc, S.H., M.Si Pakar Ekonomi mengungkapkan bagaimana barat yang mendominasi dunia sejak revolusi industri hingga saat ini. Strategi barat melalui developmentalism, ketergantungan, dan globalisasi sukses mengkerat-kerat kepentingan rakyat dunia termasuk di Indonesia melalui sejumlah proxy-nya.

"Umat Islam di Indonesia sesungguhnya tidak pernah diberi kesempatan untuk menjadi tuan rumah di tanah sendiri. Skema penjajahannya lewat kolonialisasi utang, pasar bebas, dan pembangunan", ujar Ichsanuddin Noorsy.

Noorsy menyimpulkan tidak akan ada perubahan harkat dan martabat umat Islam selama rezim berkuasa. Terlebih lagi sistem demokrasi korporasi masih tegak di Indonesia.

"Kecerdasan sosial dan individual dibangun Islam dengan luar biasa.. Misalnya kebutuhan hajat hidup orang banyak harus diutamakan.. Seluruh dari problem ini muncul solusi sebenarnya, yaitu dari Al-Qur'an", pungkas Noorsy di akhir penyampaiannya.

Di penghujung acara, Drs. Wahyudi Al Maroky, M.Si menyampaikan visi politik pemerintahan Islam yang dapat menjadi solusi alternatif terbaik bagi Indonesia.

"Tujuan utamanya membentuk negara adalah mewujudkan keamanan, kebebasan, dan kesejahteraan. Setelah 74 tahun merdeka, kita sekarang ada di posisi mana? Kalau disederhanakan kita bernegara untuk memintarkan otak, kantong tebal dan hati yang tenang.", jelas Wahyudi dengan pertanyaan retoris.

Rasulullah Saw telah memberikan tauladan terbaik dalam membentuk pemerintahan dan negara. Wahyudi yakin kebaikan sistem pemerintahan khilafah akan menghantarkan Indonesiea menggapai kesejahteraan dan martabat bangsa.

"Kenapa hukum Islam tidak dapat diterapkan? Karena sistem pemerintahan sekarang tidak kompatibel dengan hukum Islam. Padahal sudah dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dengan sistem pemerintahan Islam, yang diwariskan dengan bentuk kekhilafahan.", pungkas Wahyudi di akhir pembicaraannya. (AW)



No comments