Headline

MEMBELA DAN MELAYANI URUSAN UMAT


[Sebuah Catatan dibalik Motto LBH PELITA UMAT]

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Ketua LBH Pelita Umat

Dimanapun dan sampai kapanpun, eksistensi sebuah institusi itu sangat dipengaruhi oleh pemikiran pendirinya. Pendiri inilah, yang memiliki kemampuan untuk menggambarkan keadaan, menentukan peran dan merangkai visi dan misi institusi.

Sang pendiri, adalah seorang 'Mujtahid' bagi institusi yang didirikannya. Dia, memahami realitas keadaan yang melatarbelakangi pendirian institusi, memetakan peran dan pekerjaan yang diambil sekaligus menentukan arah dan tujuan didirikannya institusi.

Pada tahap awal, suatu institusi harus mampu membuat definisi tentang dirinya, menjelaskan tentang apa yang menjadi 'core' kegiatannya, sekaligus mampu membuat batasan-batasan yang dapat mengisolasi kegiatan yang bukan menjadi wilayah pekerjaaannya. Semua ini alami terjadi pada semua institusi baik itu partai politik, yayasan sosial, lembaga keagamaan, perusahaan umum hingga sebuah Lembaga Bantuan Hukum.

Untuk memudahkan ingatan atas institusi, biasanya semua institusi memiliki motto dasar sebagai abstraksi nilai yang diadopsi. Honda memiliki motto 'the power of dream', Apple dengan motto 'think different', Philips "Sense and Simplicity".

Dibarisan institusi yang melahirkan produk otomotif lainnya ada "The Best or Nothing" (Mercedes Benz), "Way of Life!" (Suzuki), "Ride the Wind of Change"  (Suzuki), "The Ultimate Driving Machine" (BMW) "Lebih Baik Naik Vespa" (Vespa), "Live to Ride, Ride to Live" (Harley Davidson), "An American Legend"  (Harley Davidson), "Moving Forward" (Toyota), "Innovation for Tomorrow" (Daihatsu), "New Thinking, New Possibilities" (Hyundai), "The Power to Surprise" (KIA Motors), "Go Further" (Ford), dan "Shift the Way You Move" (Nissan).

Sementara, di industri elektronik ada "Life's Good" (LG), "Think Different" (Apple), "Ideas for Life" (Panasonic), "Leap Ahead" (Intel)
"Make. Believe" (Sony), "Make it Matter" (Hewlett Packard), "Explore Beyond Limits" (Acer), "Be What's Next" (Microsoft, "The Power to Do More" (Dell), "Delighting You Always" (Canon), "At The Heart of The Image" (Nikon), "Sense and Simplicity" (Philips), "Terus Terang Philips Terang Terus" (Philips, "Your Vision, Our Future" (Olympus), "Computer Experience" (Advan), "Leading Innovation" (Toshiba), "Inspire the Next" (Hitachi), "Value from Innovation" (Fuji Film), "Passsion for Printing Ideas" (Lexmarx), "Share Moments. Share Life" (Kodak), "Santai... Ada Sanken" (Sanken) dan "Memang Canggih" (Polytron).

Saat penulis telah selesai membuat narasi sebagai ta'rif (perkenalan) bagi LBH Pelita Umat (kemudian diadopsi menjadi video tentang LBH Pelita Umat), yakni sebuah uraian perkenalan yang mampu mendefinisikan apa itu LBH PELITA UMAT, sampailah penulis pada aspek yang substansial dari abstraksinya, yakni apakah motto LBH Pelita Umat ? Apa Tagline atau slogan LBH Pelita Umat ?

Penulis kemudian terisnspirasi dengan kalimat 'Membela dan Melayani urusan Umat' yang akhirnya menjadi motto atau slogan LBH PELITA Umat. Motto ini adalah abstraksi dari visi dan misi LBH PELITA umat.

Membela, maksudnya adalah memberikan pembelaan dan pendampingan hukum baik Litigasi maupun non Litigasi yang merupakan core LBH - LBH secara umum. Aktivitas beracara baik menjadi pensehat hukum, kuasa hukum, menggugat atau mewakili pihak di pengadilan termasuk menjadi tugas-tugas dan kinerja utama LBH PELITA UMAT.

Melayani, maknanya LBH PELITA umat tak sebatas memberikan bantuan hukum baik Litigasi maupun non Litigasi tetapi juga memberikan pelayanan hukum baik berupa pembekalan hukum, pendampingan kegiatan keumatan, diskusi dan kajian hukum, serta berbagai kegiatan yang bukan atau belum tentu dilakukan oleh LBH - LBH pada umumnya.

Urusan umat, maknanya kegiatan dan kinerja LBH Pelita Umat dikhususkan untuk membela dan melayani umat Islam baik ulamanya, aktivisnya, organisasinya, kegiatannya, dan segala hal yang berkaitan dengan syiar-syiar agama Islam. LBH PELITA Umat memang membatasi kegiatan hanya untuk umat, berjuang bersama umat dan berada bersama-sama umat untuk memikirkan visi bersama umat, yakni demi izzul Islam wal muslimin.

Semua itu tidak lepas dari latarbelakang berdirinya LBH PELITA Umat dimana umat ini mendapat perlakuan zalim dari penguasa. Ulama di kriminalisasi, pengajian dipersekusi, aktivis ditangkapi, ajaran Islam dinistakan.

Motto sederhana LBH PELITA umat ini sengaja diadopsi untuk memudahkan komunikasi baik kepada internal anggota LBH maupun kepada eksternal umat. Dengan motto sederhana ini, internal dan publik dapat memahami beberapa hal :

Pertama, LBH PELITA umat memang memiliki Core Jobs sebagai Publik Dependent, yang hanya dikhususkan untuk kepentingan umat, yakni demi izul Islam wal muslimin. Dalam konteks ini, segala hal yang tidak ada kaitannya dengan umat tidak akan menjadi program atau objek kinerja LBH.

Kedua, kinerja LBH ini mewajibkan siapapun yang berhimpun di LBH untuk tidak memiliki niatan mencari kompensasi dunia, mengambil imbal atas tugas dan kinerja, karena inti kinerja dan Ruh LBH PELITA umat adalah pelayanan dan pengabdian. Kegiatan di LBH merupakan kewajiban moral dan tanggung jawab profesi advokat, dimana profesi advokat selain menjual jasa hukum juga harus memberikan layanan hukum gratis (probono) untuk masyarakat.

Ketiga, segment layanan LBH PELITA umat hanya diperuntukkan bagi umat yakni umat Islam. Karena itu, layanan hukum LBH PELITA umat hanya dikhususkan untuk membela para ulama, para ustadz, aktivis Islam, simbol dan ajaran Islam yang mendapat perlakuan zalim dari penguasa menggunakan sarana hukum.

Itulah, rahasia dibalik kalimat 'Membela dan Melayani Urusan Umat' yang menjadi motto LBH Pelita Umat. Semoga, motto ini terpatri dalam sanubari setiap anggota LBH Pelita Umat dan mampu menjadi jembatan komunikasi LBH kepada umat. Tak ada niatan lain, kecuali para pendiri LBH khususnya penulis agar LBH ini menjadi amal jariyah, dimana kelak ketika penulis telah kembali keharibaan Allah SWT, semua kebaikan dan peran LBH ditengah umat dapat mengirim pahala yang tiada berputus. [].

No comments