Headline

RADIKALISME ISLAM ATAU SEKULERIS RADIKAL ?


Jakarta LBH Pelita Umat Jakarta menggelar diskusi bertajuk "Radikalisme Islam vs Sukulerisme Radikal" di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta.  (tanggal)

Menurut pembina LBH Pelita Umat Jakarta, Ust. Khairul Anwar, tema ini diangkat dalam rangka mensikapi isu radikalisme yang dialamatkan kepada umat Islam. 

"Radikalisme  penting kami angkat, agar masyarakat khsusunya umat Islam tahu apa dibalik isu perang melawan radikalisme ini", Ujar Khairul Anwar saat memberikan sambutannya. 

Hadir sebagai pembicara, Prof. Suteki, SH. M. Hum (Guru Besar Undip 2010-2019), Wahyudi Al Maroky (Ketua Dewan Pembina LBH Pelita Umat), Ahmad Khozinuddin, SH (Advokat - Ketua LBH Pelita Umat), dan Ust. Saifuddin Zuhri, S.Ag (Ulama Jakarta).

Mengawali diskusi, prof suteki mengatakan isu radikalisme seperti bola liar, bisa menghantam siapa saja. "sebab radikalisme ini nomenklaturnya tidak jelas", jelas Suteki. 

Menurut Advocat Ahmad Khozinuddin, definisi radikalisme sebenarnya netral. Namun, hari ini definisinya didominasi oleh  rezim sebagi bentuk refresif untuk membungkam pihak yang dianggap merongrong kekuasaannya. "Setiap rezim pasti ingin mempertahankan kekuasaannya", tegas Ahmad

Jika dilihat dari politik pemerintahan, Wahyudi Al Maroky menyebut radikalisme sebagai narasi untuk menutupi isu lain. 

"tujuan narasi radikalisme ini sebagai smoke screen. untuk menutupi kebijakan rezim yang gagal", ungkap Wahyudi

Narasumber terakhir, Ust. Saefuddin Zuhri menyebut isu radikalisme ini sebagai propaganda hitam untuk menyerang dakwah Islam. Menurut beliau, propada hitam ini juga pernah digunakan oleh kafir Quraisy untuk menyerang dakwah Rasulullah.

"dakwah yang benar pasti akan dihadang rezim " ujar Saefuddin. 

Acara  Islamic Lawyer Forum (ILF) itu juga dihadiri oleh puluhan tokoh, ulama dan masyarakat umum. 

Nampak hadir dan memberi tanggapan, KH.Nawawi (MUI Depok), Ust. Edy Mulyadi (Sekjen GNPF Ulama), dan Advovat senior Azzam Khan.

No comments