Headline

RADIKALISME ISLAM ATAU SEKULERISME RADIKAL

November 10, 2019  
Hotel HOM Tambun

Bekasi, Segala puji bagi Allah Dzat penguasa alam semesta.  Ahad 10 November 2019 sejumlah tokoh ummat dan aktivis menghadiri diskusi hukum Islamic Lawyers Forum (ILF) yang berjalan sukses. diselenggarakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PELITA UMMAT kabupaten Bekasi.

Bertempat di Hom Hotel Tambun Bekasi. Hadir sebagai Narasumber

1. Prof. Suteki, S.H., M.Hum. Pakar Sosiologi Hukum & Filsafat Pancasila.

2. Wahyudi Al Maroky Ketua Dewan Pembina LBH Pelita Ummat. 

3. Ahmad Khozinuddin, S.H. Advokad - Ketua LBH Pelita Ummat dan 

4. KH Asrori Marzuki 

Diskusi publik kali ini mengangkat tema "RADIKALISME ISLAM atau SEKULERISME RADIKAL". Sebagaimana yang saat ini ramai diperbincangkan, isu radikalisme seolah menjadi proyek utama kabinet Indonesia Maju jilid II. Namun seperti yang diketahui, narasi perang melawan radikalisme hanya ditujukan kepada Islam dan ummat Islam.

Dalam forum ini “Isu radikalisme yang berkembang saat ini memiliki arah yang tidak jelas namun pada akhirnya semua tahu bahwa yang dibidik adalah Islam dan umat Islam. Maka dari itu disinilah peranan LBH Pelita umat membantu dalam pembelaan, dan dengan forum ini minimal umat memiliki guidance 

Bagaimana menghadapi isu radikalisme yang dituduhkan terhadap umat Islam“.

Menanggapi isu radikalisme, Prof. Suteki S.H., M.Hum. Pakar Sosiologi Hukum & Filsafat Pancasila menyampaikan bahwa *war on radikalisme merupakan lanjutan dari proyek war on terorisme*.
*Dulu kita dengar istilah perang melawan terorisme namun istilah itu terlalu berat untuk direalisasikan. Dengan isu perang melawan radikalisme dirasa lebih mudah digunakan untuk menyasar siapa saja*

Menyambung apa yang disampaikan Prof. Suteki, Wahyudi Al Maroky Ketua Dewan Pembina LBH Pelita Ummat memgatakan bahwa isu radikalisme sebenarnya bukan isu lokal, namun 

*Isu global yang selaras dengan kepentingan penguasa. "Isu radikalisme adalah isu global yang diadopsi nasoional. Minimal pemerintah mendapatkan tiga benefit dari isu radikalisme, pertama Smoke screen. Yaitu menutupi kegagalan rezim. Kedua membungkam kelompok sakit hati yang tidak kebagian jatah jabatan dan  ketiga menggebuk musuh politik yang susah ditundukkan"*.

Sementara itu Ahmad Khozinuddin, S.H. Advokad & Ketua LBH Pelita Ummat memandang

*Isu Radikalisme adalah isu politik yang meminjam perangkat hukum*. "Negara harusnya menjadi negara hukum namun sekarang sudah menjadi negara kekuasaan. Kita bisa lihat isu radikalisme telah menjadi isu politik. Terbukti yang disasar dengan isu radikalisme kebanyakan mereka adalah lawan politik atau siapapun yang bersebrangan dengan rezim", tegasnya.

Menanggapi apa yang disampaikan 3 Pembicara KH ASRORI MARZUKI memberikan statemen bahwa umat islam bersama ulama ini harus bahu membahu berjuang demi tegak nya syariat Islam dalam bingkai Khilafah dengan mengikuti manhaj nabi Muhammad SAW dakwah pemikiran tanpa kekerasan jangan menjadi setan bisu.

1. ILF BEKASI 10 NOV 2019 KH ASRORI MARZUKI mengikuti manhaj Nabi Muhammad SAW dakwah pemikiran https://www.youtube.com/watch?v=lQrTynRWhm0
                                                                    2. ILF 10 NOV 19 BEKASI WAHYUDI AL MAROKY RADIKALISME ISLAM ATAU SEKULERISME RADIKAL   https://www.youtube.com/watch?v=nj0s_lJ3RlE
                                                                3. ILF 10 NOV 19 BEKASI UST AKHMAD KHOZINUDIN REZIM MENGGUNAKAN PERANGKAT HUKUM BERTINDAK REPRSIVE https://www.youtube.com/watch?v=SLDWmmOPXrc

4. ILF 10 NOV 19 AKHMAD KHOZINUDIN 2 https://www.youtube.com/watch?v=iTCuquqTY-o

No comments