Headline

Cangkru'an Inspiratif >>> mbahas Hukum & Politik bareng LBH Pelita Umat Sidoarjo : Menyoal Hukum Perlindungan Agama di Indonesia


Sidoarjo, 29 Desember 2019
Tradisi cangkru'an, ngumpul bersama masyarakat sambil ngobrol nyantai dalam suasana guyub & gayeng khas Jawa Timuran, dipilih LBH Pelita Umat Sidoarjo sebagai sarana sharing dan diskusi dengan masyarakat. 
Cangkru'an tersebut bertajuk "Cangkru'an Inspiratif mbahas Hukum & Politik bareng LBH Pelita Umat Sidoarjo". Pada edisi Desember 2019 membahas (njagongake) tema : "Menyoal Hukum Perlindungan Agama di Indonesia".

Cangkru'an Inspiratif semakin meriah dengan hadirnya parikan khas Jawa Timuran yang diiringi kentrungan oleh seniman Khat Sidoarjo. Parikan yang menggelitik nan kreatif bukan hanya menghidupkan suasana, tetapi juga menyederhanakan topik bahasa sehingga mudah dicerna oleh seluruh  lapisan. Topik bahasan hukum yang berat, menjadi ringan dan sederhana. 

Harapan LBH Pelita Umat Sidoarjo agar bisa memberi sumbangsih pencerahan hukum & penerapannya kepada seluruh lapisan masyarakat disampaikan oleh Bpk. Imam Afdholy, SH, pengurus LBH dalam kalimat pengantarnya. Beliau menegaskan bahwa, tidak ada pilihan bagi masyarakat dalam menghadapi pergeseran Indonesia dari negara hukum menuju negara kekuasaan, kecuali dengan paham hukum dan penerapannya. Itulah langkah praktis agar hukum & keadilan tetap bisa ditegakkan. Karena, jika ketidakadilan terus dipertontonkan, maka kehancuran sebuah bangsa akan menjadi keniscayaan.

Bpk. Ilung Wardhana, SH., Korcab LBH Pelita Umat Sidoarjo, selaku moderator selanjutnya mempersilahkan Bpk. Drs. H.M. Arodhi, Konsultan & Praktisi Pendidikan Nasional, menyampaikan pemaparannya. 
Beliau membuka dengan menyampaikan realitas pendidikan nasional yang semakin kesulitan dalam membangun karakter & kepribadian sholih bagi anak didiknya. Tingkat kriminalitas & pergaulan bebas remaja semakin memiriskan.
Belumlah selesai permasalahan di dunia pendidikan, publik juga dikejutkan dengan rencana Kemenag mengotak-atik ajaran Islam berupa : Jihad & Khilafah. Jihad, khilafah, liwa rayah adalah ajaran & simbol Islam yang telah ditetapkan baku oleh Salafus Shalih (Ulama-ulama lurus yang sangat kredible) .
Beliau menegaskan, jika penguasa berani menyembunyikan atau menghilangkan ajaran atau simbol Islam. Maka penguasa telah melakukan kejahatan intelektual yang harus diluruskan.

KH. Drs. Muhajir selanjutnya menyampaikan kekhawatiran Rasulullah SAW atas adanya Ulama Su' (Ulama yang berbuat kerusakan). Mereka berbaju Ulama, tetapi kerjaannya menjerumuskan umat ke jurang neraka. Mereka bukan hanya menyalahi Salafus shalih, tetapi mereka membolak-balik urusan agama sesuai keinginan mereka. Karena, Baliau meminta umat berhati-hati memilih Ulama dan senantiasa menimbangnya dengan timbangan syariah. 
Islam adalah aqidah & syariah. Keduanya tidak bisa dipisahkan, aqidah adalah pondasi agama & syariah adalah realisasi aturan agama dalam kehidupan. Tidak sempurna aqidah, jika tidak terwujud ketaatan pada syariah. Karenanya, menolak syariah sama nilainya dengan menolak agama Islam.

Setelah itu giliran Bpk. Azhar Suryansyah, SH., praktisi hukum/advokat. Ketidakadilan penerapan hukum beliau paparkan dengan jelas. Bagaimana hukum begitu tajam ke Ulama yang berseberangan dengan rezim & begitu tumpul ke yang pro rezim.  Kasus Laiskodat, Ade Armando, Abu Janda, Sukmawati, Muwafiq adalah sebagian gambarannya.
Beliau menegaskan beberapa literasi Islam yang menegaskan bahwa Islam dengan Ulama yang lurus adalah satu kesatuan. Karenanya, memusuhi ulama yang lurus sama dengan memusuhi Islam. 

Sebagai penutup, Bpk. DH. Priyanto dari LBH Pelita Umat memaparkan tentang UU No. 1/PNPS/1965 berikut Putusan MK atas JR UU ini. Penjelas Prof. Oemar Senoaji,  ketua MA RI ke-5 tentang UU ini bisa menjadi literasi yang cukup untuk menunjukkan bagaimana perlindungan negara kepada Agama. 
Seharusnya, jika ada yang menafsirkan agama berbeda dengan pokok-pokon agama tersebut (penafsiran baku para Ulama), maka perbuatan tersebut bisa terkategori pelanggaran UU ini. 
Sebagai contoh, Beliau menyampaikan dalil baku para Ulama yang menegaskan bahwa Khilafah & Liwa Rayah adalah ajaran & simbol Islam. Karenanya, siapapun yang mengkrimibalkan ajaran & simbol Islam ini, maka dia tidak hanya melanggar Islam, tetapi juga melanggar perundang-undangan di Indonesia. (AF)

No comments