Headline

MENGUNJUNGI HABIB BAHAR BIN SMITH, ULAMA DAN MUJAHID PEJUANG ISLAM

LBH-PU, News, pada Rabu (29/1) Tim LBH Pelita Umat bersama Ketua Korlabi Damai Hari Lubis SH MH, berkesempatan menjenguk Habib Bahar bin Smith di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor. Ini adalah kunjungan kedua setelah beberapa bulan yang lalu tim LBH Pelita Umat juga melakukan hal serupa.

Ahmad khozinudin SH selaku ketua LBH Pelita Umat bersama Ustadz Nur Iman dan  Ustaz Harto nampak hadir bersama rombongan. Sebagai mana biasanya, santri-santri para pencinta Habib Bahar bin Smith juga nampak dan telah lama mengantri menunggu giliran dipanggil petugas untuk bisa bertemu dengan guru mereka.

Di dalam lapas ada ruangan khas tempat Habib Bahar bin Smith menerima tamu-tamu kunjungannya. Biasanya kami menyimak berbagai tausiah yang disampaikan Habib Bahar sebagai penguat dan motivasi perjuangan.

Setelah dipanggil masuk petugas Lapas, didalam ada sekitar 30 santri dan pecinta Habib Bahar telah mengantri menunggu kehadiran Habib Bahar. Di suatu ruangan dengan beberapa kursi yang telah disiapkan berderet, kami bersama santri dan pecinta Habib Bahar bin Smith dengan sabar menunggu kehadiran beliau.

Tak lama berselang beliau hadir dan seperti biasanya seluruh santri-santri mengerumuni beliau, bersalaman dan mencium tangan beliau untuk mencari barokah dari habaib. Dan seperti biasanya beliau kemudian duduk di kursi utama.

Di belakang beliau berjajar warga binaan lapas yang kemudian nyantri kepada Habib Bahar bin Smith di Lapas. Terlihat pemuda-pemuda bertato dengan wajah-wajah yang telah berubah. Terlihat wajah-wajah itu telah terbiasa basah oleh air wudhu, sehingga memiliki sinar dan Aura yang berbeda.

Habib Bahar bin Smith menyalami rombongan dari LBH Pelita Umat dan Korlabi. Setelah saling bersalaman, berpelukan, Habib Bahar mempersilahkan duduk kembali.

Sebelum memulai tausiyah beliau meminta dua orang santrinya untuk menyampaikan hafalan hadis-hadis pilihan. Diceritakan ada santri yang hafal hingga ratusan hadits.

Beliau kemudian kembali menceritakan posisi beliau yang berseberangan dengan rezim. Beliau ceritakan ulang ketika beliau dikasuskan saat menyebut 'Jokowi Banci' juga kenapa menyebut Megawati sebagai 'Mak Banteng'. 

Habib Bahar kembali mengenang keterangan yang telah diberikan kepada penyidik sehubungan dengan penyebutan 'Jokowi Banci' dan Megawati 'Mak Banteng'.

Diceritakan bahwa di dalam kaidah bahasa Arab ada istilah nama laqob (gelar). Beliau juga menjelaskan tentang makna bahasa, makna haqiqah, dan balaghah.

Abu Hurairah adalah nama laqab, maknanya bapaknya kucing. Gelar itu diberikan karena Abu Hurairah banyak memelihara dan menyayangi kucing. Abu Nawas adalah nama laqob (gelar), karena Abu Nawas menggunakan pakaian yang kerah bajunya tinggi sehingga seperti kepalanya tenggelam oleh kerah baju.

Kenapa Megawati di sebut Mak banteng, karena gelar itu atau laqob itu di nisbatkan pada PDIP sebuah partai politik dengan lambang banteng. Karena PDIP berlambang banteng dan Megawati adalah pimpinan dari partai berlambang banteng maka Habib Bahar bin Smith kemudian memberi gelar Megawati sebagai Mak Banteng. 

Adapun kenapa Habib Bahar bin Smith menyebut Jokowi banci, itu bukan makna sesungguhnya. Jokowi jelas lelaki bukan khunsa (banci), karena terbukti Jokowi telah menikah dan memiliki anak. Namun gelar Jokowi itu di sebut kan sebagai banci karena sifat Jokowi yang seperti banci.

Ini adalah makna hakikat, bukan makna bahasa sesungguhnya. Sama seperti gelar asadul mimbar, yang maknanya adalah singa podium. bukan berarti yang berceramah di atas mimbar adalah binatang singa tetapi manusia yang memiliki karakter pemberani layaknya singa.

Habib Bahar menceritakan bahwa dirinya memang lama ditarget rezim dan lolos dari kasus Mak banteng dan Jokowi banci. Lalu kemudian rezim menjerat Habib Bahar menggunakan kasus kekerasan yang hingga hari ini membuatnya dipenjara di Lapas Pondok Rajeg.

Beliau mengisahkan dulu ada utusan istana yang meminta tiga syarat kepada beliau agar beliau bisa bebas. Pertama beliau diminta meminta maaf, kedua beliau diminta untuk abstain dalam pemilu, ketika beliau diminta tidak lagi mengkritik Jokowi. Namun beliau menyatakan lebih baik busuk di penjara ketimbang harus memenuhi tuntutan rezim.

Subhanallah, itulah keteguhan hati seorang Habib Bahar bin Smith. Kiranya tidak keliru kalau kita semua memberi gelar (laqab) kepada beliau sebagai 'Asaddul Umat', singanya umat.

Semoga beliau tetap istiqomah, diberi kesehatan dan umur panjang, hingga saatnya beliau kembali di tengah-tengah umat dan memimpin umat untuk terus melakukan dakwah Amar Ma'ruf Nahi Mungkar. Semoga umat ini dapat meniru beliau, meniru keberanian dan keteguhan hati beliau, meniru sikap beliau yang tegas terhadap penguasa zalim.

Sebelum Tim LBH  berpamitan, rombongan saling berpelukan dan saling mendoakan. Beberapa salam dari tokoh-tokoh Islam juga diteruskan kepada Habib Bahar bin Smith. [].

No comments