Headline

INILAH, REDAKSI LENGKAP SURAT YANG DIKIRIM LBH PELITA UMAT KEPADA KAPOLRI



Jakarta, 26 Februari 2020
Kepada Yth Bapak KAPOLRI
Jendral (Pol) Drs. IDHAM AZIS, M.Si
Di Mabes Polri
           
Nomor     : 20/LBH-PU/II/2020
Lampiran : 1 bundle
Perihal.     : Permohonan Konfrontasi keterangan saksi fakta

Dengan hormat,
Sehubungan dengan telah ditetapkannya klien kami sebagai tersangka dengan sangkaan berdasarkan ketentuan pasal 14 ayat (2) dan pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 serta pasal 207 KUHP, perlu kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
1.    Bahwa penetapan status TERSANGKA kepada klien kami, masih dirasakan janggal dan kontroversi yaitu sebagaimana pada pasal 14 ayat (2) dan pasal 15 Undang undang nomor 1 tahun 1946, yang pada pokoknya adalah “menyiarkan suatu berita yang menjadi keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut menduga berita itu bohong”. Sedangkan klien kami mendapatkan artikel Nasrudin Joha tersebut didapat dari hasil copy dan paste, serta meyakini bahwa berita tersebut benar adanya dengan membaca, melihat dan cross check dari berita arus utama seperti detik.com, dll.

2.    Bahwa Apabila klien kami yang hanya menyiarkan sebagaimana yang dituduhkan pada ayat tersebut diatas, maka Diduga Kuat Media Arus Utama seperti detik, dll, telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang undang nomor 1 tahun 1946;



3.    Bahwa apabila klien kami masih juga dituduh sebagai penyiar  kabar bohong, maka harus ada pembanding dengan kabar sebenarnya seperti apa dan bagaimana dengan menghadirkan saksi fakta dan sumber pemberitaan dalam hal ini media arus utama sebagai sumber berita;

4.    Bahwa agar supaya kasus ini terang benderang, kami mohon kiranya bapak KAPOLRI untuk memerintahkan jajarannya khususnya TIM 2 TIPIDSIBER MabesPolri  untuk melakuakan konfrontasi dengan saksi fakta yang berkaitan dengan sangkaan terhadap klien kami, antara lain :

1.    Staf Pribadi SBY Ossy Dermawan, yang menyebut SBY mengungkapkan menerima sejumlah tamu dan ketika itu ada yang menyampaikan bahwa kasus Jiwasraya mau ditarik mundur ke tahun 2006. Hal mana sebagaimana dikutip dalam artikel berjudul 'SBY Melawan'.
2.    Sri Mulyani selaku Menkeu dan KH Said Aqil Siroj Ketua PBNU, terkait kutipan dana bantuan 1,5 T dan realisasi sebesar 211 M dalam artikel berjudul 'Sri, yang ditagih duit 1,5 T, bukan 211 M'.
3.    Jokowi (Presiden Joko Widodo), terkait kutipan artikel berjudul 'apakah Jokowi menerima duit rampokan Jiwasraya ?'.
4.    Redaktur TV One, terkait kutipan dalam artikel 'Khilafah Ala TV One'.

5.    Bahwa kami keberatan apabila klien kami diminta keterangan tambahan sebelum dilakukannya konfrontasi keterangan saksi sebagaimana yang kami mohonkan;

6.    Bahwa kami tidak menyangka dukungan umat begitu besar kepada klien kami dengan dikuasainya trending topik pada media sosial pada tanggal 25 Februari 2020 sejak pukul 15.00 hingga pukul 17.00 WIB, serta dukungan langsung melalui aplikasi pesan. Ini menunjukan umat telah sadar akan kebenaran;

7.    Bahwa apabila Tim 2 TIPIDSIBER tetap menjalankan proses pemanggilan kepada klien kami tanpa dilakukan konfrontasi keterangan saksi terlebih dahulu, kami khawatir umat akan marah dan mengawal setiap proses yang dilakukan oleh tim 2 TIPIDSIBER Mabes Polri untuk melakukan UnRas;

8.    Bahwa adapun terkait pasal 207 KUHP, kami keberatan dengan penyidikan berdasarkan pasal dimaksud karena berdasarkan Putusan Mahkamah Konstitusi No. 013-022/PUU-IV/2006, MK dalam pertimbangannya menyebutkan bahwa terkait pemberlakuan Pasal 207 KUHP, penuntutan hanya dilakukan atas dasar pengaduan dari penguasa. sedangkan pada kasus klien kami, yang melakukan Laporan Polisi adalah Penyidik sendiri. Sehingga tuduhan pada pasal ini kepada klien kami tidak dapat kami terima;

9.    Bahwa POLRI saat ini sedang diuji akan ke profesionalisme an, pengayomannya, perlindungannya, namun kami yakin, dibawah kepemimpinan Bapak Kapolri Idham Aziz yang kami dengar dan lihat juga bahwa Bapak memiliki ghiroh pada agama.

Bapak KAPOLRI yang terhormat,
Pada ucapan Bapak, pada surat disposisi Bapak, segalanya bisa terjadi. Semoga Bapak mendapatkan hidayah dari Allah SWT dalam memutuskan perkara ini dengan cara baik.
Demikian kami sampaikan atas perhatiannya kami ucapkan banyak terimakasih.
Atas nama
TIM KUASA HUKUM
AHMAD KHOZINUDIN, SH



HENRI KUSUMA, SH

Tembusan :
1.     Tim 2 TIPIDsIbER





No comments