Headline

LBH PELITA UMAT JEMBER : MEMBONGKAR SKANDAL MEGA KORUPSI DI INDONESIA

LBH Pelita Umat korcab Jember kembali mengadakan acara diskusi publik untuk ke-3 kalinya. Kali ini acara dilaksanakan pada Jum’at malam, 14 Februari 2020 dan dikemas dalam bentuk Roadshow JFS (Jalan Fikir Sehat). 

Tema yang diangkat pada acara ini adalah “Menguak Mega Korupsi di Sengkarut Kemerosotan Ekonomi”. Sebuah tema yang sedang panas dibicarakan di masyarakat Indonesia saat ini. Karenanya, lebih dari seratus orang hadir pada acara ini, terdiri dari intelektual kampus, dosen, mahasiswa hingga para Ulama.

Arif Sona selaku MC pada acara Roadshow JFS ini memulai acara dengan sambutan dan menyapa para peserta yang hadir, sebelum kemudian menyerahkan acara diskusi kepada Bung Aan sebagai moderator.

Pengantar singkat mengenai kasus korupsi yang makin marak di Indonesia disampaikan Bung Aan. Kasus Jiwasraya hingga kasus suap Harun Masiku pun tak luput disebutkannya. 

Narasumber pada acara Roadshow JFS kali ini adalah Ahmad Khozinudin, pimpinan pusat LBH Pelita Umat. Narasumber lainnya yaitu M. Rizal Fadhilah, seorang pengamat politik terkenal di Indonesia.

M. Rizal Fadhilah menyampaikan pemaparannya soal berbagai macam korupsi di Indonesia. Dia mengatakan bahwa negara Indonesia punya 3 predikat. Predikat sebagai negara oligarki (kekuasaan ada pada golongan tertentu), negara korporatokrasi (negara pengusaha), dan negara kleptokrasi (negara perampok). 
Bahkan, tak segan pengamat politik kawakan itu menyebut negara Indonesia adalah negara para penguasa perampok.

“Penguasanya perampok, berkolusi. Kalao kekuasaan mutlak pasti-lah korupsi.  Pemerintahan ini nuansanya korupsi, bau-bau korupsi” ungkap M. Rizal.

Ahmad Khozinudin sepakat dengan apa yang disampaikan M. Rizal Fadhilah mengenai pemerintahan oligarki, korporatokrasi dan kleptokrasi.

Ketua LBH Pelita Umat itu kemudian menyinggung soal adanya badan eksekutif, legislatif dan yudikatif, yang harusnya difungsikan untuk menyeimbangkan kekuasaan atau kewenangan, justru saling sandra saling meminta bagian dari korupsi.

“Sekarang kalau korupsi nggak cukup bermain dengan eksekutif, sejak rancangan di RAPBN, dibugeting di DPR, sampai pelaksana di proyek-proyek, bahkan mereka menyiapkan uang untuk aparat-aparat penegak hukum yang nakal-nakal” kata Ahmad Khozinudin

Ahmad Khozinudin menambahkan, untuk menutupi penyimpangan korupsi ada dua cara, yaitu menghindari atau menyuap. 

“Cara untuk menutupi penyimpangan korupsi itu cuma dua. Menghindari atau suap sekalian. Bahkan mereka menyiapkan cadangan anggaran kalau nanti kena (tangkap)” tambah Ahmad Khozinudin

Acara Roadshow JFS (Jalan Fikir Sehat) yang diselenggarakan LBH Pelita Umat korcab Jember ini diakhiri setelah sesi diskusi tanya jawab oleh peserta dan para narasumber. [abas]

No comments