Headline

ILF TANGERANG DAN DUKUNGAN TOKOH YANG MENGHARUKAN



[Catatan Hukum diskusi Islamic Lawyers Forum Chapter Tangerang]


Oleh : Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat


Pada Ahad (1/3), Penulis berkesempatan menghadiri undangan panitia diskusi Islamic Lawyers Forum Chapter Tangerang, mengambil tema 'Konstitusi diatas Kitab Suci?'. Penulis hadir sebagai Narasumber Bersama Wahyudi Al Maroky (Direktur Pamong Institute), Edy Mulyadi (Sekjen GNPF Ulama), Chandra Purna Irawan (Ketua KSHUMI/Sekjen LBH Pelita Umat), dan Ihsan Azhari, M.Pd. (Ketua LPSI Sirojul Ummah).

Sejak memasuki ruangan Ballroom Hotel, terlihat betapa apiknya panitia menata ruang dan dekorasi. Posisi tempat duduk Round Table, sisi deret kursi untuk muslimah yang dipisah, pengaturan Soundsystem, Pencahayaan, kekompakan panitia, stelan busana padanan panitia yang harmoni, hingga tentu saja kapiawaian host, Bung Mabdus Abu Fatih memandu acara.

Meski suara Bung Mabsus tak "serak-serak parau" laiknya suara Bang Karni Ilyas, tapi kemampuan mengatur irama suara, pitch control, dan pilihan diksi indah, jelas nenambah suasana acara semakin harmoni. Terlebih, selain membawakan acara, host juga mampu menghidupkan suasana diskusi meski tak harus dengan melempar kursi.

Yang menarik, yang juga menjadi tinjauan amatan penulis dan Dir Pamong Institute adalah busana yang dikenakan MC. Lupa menanyakan siapa Namanya.

Namun busana yang dikenakan unik, kombinasi kesantunan, elegan, dan aspek 'radikal'. Sebab, meski MC mengenakan jas rapih, ternyata MC memakai celana cingkrang. Konon, menurut Menag celana ini adalah ciri-ciri penganut ajaran radikal.

Lontaran penjelasan lugas dari pembicara, tanggapan dan pertanyaan para tokoh peserta diskusi, mampu membentuk suatu interaksi yang resonansinya terasa hangat. Tak ada hambatan psikologis yang membentuk jarak antara peserta dan pembicara.

Bahkan, diantara paparan tanggapannya ada seorang mubalighoh yang juga pengajar (Guru) mempertanyakan sosok penulis Nasrudin Joha. Dia berkisah, sering membaca dan membagikan artikel Nasrudin Joha.

Dirinya ingin menanyakan apakah diantara Nara Sumber ada yang tahu siapa Nasrudin Joha ? pernyataan unik ini dijawab oleh host, bahwa Nasrudin Joha atau Nasjo hingga saat ini masih belum diketahui.

Dengan berseloroh, host mengisahkan jika ada yang ingin pergi ke Mabes Polri tidak punya ongkos, cukup copas tulisan Nasjo, nanti akan dijemput Bareskrim. Sontak para audiens tersenyum dan tertawa mendengar selorohnya.

Demikianlah, diskusi hukum dan politik yang diselenggarakan oleh LBH Pelita Umat Cabang Tangerang ini berlangsung hangat. Dan yang membuat penulis haru, diujung diskusi para ulama dan tokoh Tangerang Banten, diwakili KH. Suhaemi Hasan, Ust. Budi Santoso Mpd., H. Fikri, Ust. Sugiarto, Ust. H. Bueti Nasir, Prof. Hudoro, Kyai Hudhoril Yaum, Ust. Abdul Azis, Ust. ihsan azhari dan KH. Nurkholis membacakan Pernyataan Bersama terkait kasus kriminalisasi yang penulis alami.

Ada 3 (tiga) poin penting pernyataan yang dibacakan diujung acara diskusi, yaitu :

Pertama, mengecam dan menyatakan protes keras terhadap tindakan aparat yang menangkap ketua LBH Pelita Umat hanya karena unggagan artikel di sosial media. Tindakan ini, adalah bentuk nyata pemberangusan aktivitas kebebasan menyatakan pendapat.

Kedua, memberi dukungan penuh kepada ketua LBH Pelita Umat untuk menghadapi kasus kriminalisasi ini, sekaligus berkomitmen penuh untuk turut serta mengawal kasus sampai tuntas.

Ketiga, mengajak kepada segenap komponen umat Islam, para ulama, habaib, tokoh dan aktivis, lembaga bantuan hukum,  untuk terus menasehati Penguasa agar menghentikan tindakan zalim kepada para Ulama dan aktivis islam  serta memberikan dukungan kepada ketua LBH Pelita umat yang selama ini telah serius dan sungguh-sungguh melakukan aktivitas Pembelaan dan pelayanan kepada Umat.

Subhanallah, penulis benar-benar terharu, bersyukur dan bahagia mendapat dukungan dan pembelaan dari para ulama dan tokoh Tangerang. Jujur saja, aktivitas dakwah yang Penulis lakukan bukanlah apa-apa. Namun dukungan itu begitu besar ditujukan kepada penulis.

Semoga Allah SWT berikan pahala berlimpah, balasan keberkahan hidup, kemurahan rezeki dan kesehatan, selalu menaungi para ulama dan tokoh Tangerang yang telah memberikan dukungan dan pembelaan kepada penulis. Tidak saja terhadap beliau-beliau ini,
Penulis juga sampaikan Jazakumullah Khairan kepada siapapun saudara seiman yang turut memberi perhatian, dukungan dan doa atas kasus kriminalisasi yang penulis hadapi.

Terakhir, melalui tulisan ini penulis ucapkan selamat kepada LBH Pelita Umat Cabang Tangerang yang telah sukses menyelenggarakan ILF Edisi kedua. Semoga, Allah SWT memberikan pertolongan agar dakwah menegakkan syariah kaffah ini segera dapat terwujud dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. [].


No comments