Headline

Pengorbanan adalah Konsekuensi Perjuangan! Demikianlah Generasi Sahabat dalam Meraih Ridho Allah SWT.

Oleh : Hikma Sanggala

Teringat ditahun 2014 silam ketika hendak kuliah di kampus IAIN Kendari, saya mendapatkan nasihat mulia dari guru saya  sekaligus orang yang diawal mengajak hijrah dari kehidupan jahiliah dan mengajarkan Islam kaffah, beliau berpesan "bahwa niatkanlah kuliah anda semata untuk meraih Ridho Allah SWT, dan jadikanlah kampus sebagai wadah untuk menyampaikan dakwah Islam Kaffah dengan tegaknya Syariah dan Khilafah"

Semenjak itulah saya menentukan visi dan misi dalam Perkuliahan demi terwujudnya tujuan yang diharapkan. Tentu bagi saya tujuan seorang muslim dalam melakukan studi di perguruan tinggi adalah untuk mendapatkan Ridho dari Allah SWT yang dengan aktivitas perkuliahan nya semakin mendekatkan derajatnya dihadapan Allah.
Apalah guna gelar sarjana namun bungkam terhadap kedzaliman atau hanya menjadi penjilat kekuasaan. 

Olehnya dalam proses akademik saya tidak hanya fokus untuk menyelesaikan studi dengan nilai yang maksimal saya juga melakukan aktifitas dakwah Untuk melanjutkan kehidupan Islam dengan tegaknya syariah dan Khilafah.

Memang ini bukan hal yang mudah namun bukan hal yang mustahil bagi para pengemban Dakwah. Alhamdulillah dalam proses nya saya telah menyelesaikan seluruh perkuliahan dengan nilai yang memuaskan, bahkan pada semester II pernah mendapatkan piagam penghargaan sebagai mahasiswa terbaik se fakultas dengan IPK tertinggi. Demikian halnya dalam aktivitas dakwah perjuangan syariah dan Khilafah. Hampir dalam setiap kesempatan kami terus melakukan edukasi kepada civitas akademika kampus akan pentingnya penerapan syariat Islam sebagai solusi persoalan bangsa.

Namun, dalam perjalanannya memang tak seindah yang kita citakan. Khusunya dalam dakwah perjuangan penegakkan syariah dan Khilafah. Mengingat kita hidup di alam sekulerisme dan dibawah kepemimpinan rezim Dzalim dan anti Islam. Represifisme rezim Jokowi ternyata menular kepada pihak birokrat kampus. 

Hampir tidak bisa dihitung lagi persekusi yang kami hadapi dalam mengarungi perjalanan dakwah dikampus tercinta. Ditahun 2015 ketika saya menjabat sebagai Ketua LDK UPMI IAIN Kendari pihak kampus senantiasa masif melarang berbagai kegiatan dakwah yang kami lakukan hingga puncaknya mengabarkan bahwa LDK UPMI telah dibekukan kepengurusan nya, walaupun sampai detik ini kami tak pernah mendapatkan surat tersebut. Pada tahun 2017 rektor IAIN Kendari melalui Dekannya memberikan kepada kami SK Skorsing selama 1 semester hanya karena dakwah syariah dan Khilafah. Pada tahun 2018 para pejuang Khilafah juga pernah di Pukul oleh staf dan dosen IAIN hanya karena membagikan selebaran dakwah. tak cukup sampai disitu salah satu dosen IAIN yang sekarang menjabat sebagai rektor tidak mau mengajar diruangan yang didalamnya ada mahasiswa pejuang khilafah. Hingga pada puncaknya Rektor IAIN Kendari mengeluarkan surat DO pada saya untuk membendung perjuangan syariah dan Khilafah. Dan masih banyak lagi persekusi lainnya yang dilakukan terhadap pejuang Khilafah dikampus tercinta.

Seandainya saja saat awal persekusi masif dilakukan Rektor IAIN Kendari, kami dan para pejuang lainnya berhenti berdakwah dan memilih tunduk pada kedzaliman, tentulah Allah menggantikan posisi kami sebagai pejuangnya. Namun, para pejuang Khilafah memilih melawan dan terus memberikan pengorbanan yang ikhlas demi mendapatkan keridhaan Allah SWT.

Para pejuang Khilafah telah yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa jalan yang dipilih adalah jalan yang benar, perjuangan yang tempuh adalah perjuangan yang sahih. Perjuangan yang juga telah dirasakan dan dilalui oleh generasi terdahulu, merekalah generasi para sahabat Ra. Generasi yang telah berhasil mendapatkan keridhaan dan kemuliaan dari Allah SWT. Karena pengorbanan dalam perjuangan meninggikan kemuliaan islam. 

Kita mendengar pengorbanan abu bakar Ash-Shiddiq Ra. Yang senantiasa menemani dakwah rasulullah Saw, melindungi dari serangan kaum kafir Quraisy hingga menginfakkan hartanya dijalan dakwah.

Kita juga mendengar pengorbanan thalhah bin Ubaidillah Ra yang harus mengorbankan nyawanya dalam perang Uhud saat hendak melindungi Rasulullah ia menerima 70 luka sabetan pedang, tusukan tombak dan anak panah, pergelangan tangan terpotong hingga beliau syahid.

Atau kita mendengar perjuangan Sa’ad bin Mu’adz Ra seorang pemimpin Bani Abdul asyhal dari Aus yang menjadikan kekuasaannya itu untuk membela Islam. Beliau telah berhasil mengislamkan seluruh Bani Abdul Asyhal karena seruannya. Setelah memeluk Islam beliau mewakafkan dirinya hanya untuk Islam semata, begitu banyak perjuangan yang telah dilakukan dalam sejarah dakwah Islam. Sikap beliau pada saat perang badar semakin memantapkan kepercayaan Rasulullah akan peperangan tersebut, ketika perang Uhud bergejolak Sa'ad bin Mu'adz berdiri kokoh menemani Rasulullah dalam peperangan, 
Pada peristiwa Di Khandaq, ia turut mempertahankan Madinah mati-matian. Ia terluka terkena panah Hibban bin Qais Al-Araqah. Setelah kurang lebih 6 tahun memeluk Islam Sa'ad bin Mu'adz dipanggil Allah SWT, yang dengan kematiannya membuat arsy Allah gemetar, tanda rindunya Allah SWT kepada sang hamba. Nabi Saw bersabda:
Singgasana Allah Azza wa Jalla bergoncang karena kematian Sad bin Mu’adz. [HR al-Bukhâri]

Demikianlah pengorbanan para sahabat dalam perjuangan penegakan Islam. Allah SWT bahkan memberikan kemuliaan pada para sahabat dengan mendedikasikan keridhaannya dalam salah satu firman-nya:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah: 100)

Nabi SAW juga bersabda:

خير الناس قرني ، ثم الذين يلونهم ، ثم الذين يلونه

“Sebaik-baik manusia adalah yang ada pada zamanku, kemudian setelah mereka, kemudian setelah mereka (HR. Bukhari no.3651, Muslim no.2533)

Kini, Para pejuang Islam telah dihadapkan pada posisi yang sama. Kerasnya tantangan arus dakwah memaksa mereka untuk rela mengorbankan seluruh yang mereka miliki bahkan nyawa sekalipun.

Hari ini saya dan para pejuang Islam lainnya telah menyelesaikan misi di kampus tercinta IAIN Kendari, Yakni perjuangan mengembalikan kembali kehidupan Islam dengan tegaknya syariah dan khilafah. 
Ketukan palu Pengadilan tata usaha negara Kendari telah mengesahkan pengorbanan perjuangan kami sebagai pejuang khilafah.

Kedepan jalan perjuangan masih panjang, saya berharap dan memohon kepada Allah agar diberikan kesehatan, umur panjang dan yang terpenting keistiqomahan dalam mengemban Islam. Saya juga memohon agar Allah memantapkan hati dan raga ini untuk pengorbanan yang lebih besar dalam perjuangan kemuliaan Islam.

Kami berharap kelak di hari akhir bisa membersamai para sahabat dan generasi terdahulu, meskipun kami tak bisa beramal sebagaimana mereka.
WallahuA'lam
@Masjid laode malim 
kendari 5 Maret 2020

No comments