Headline

SALAM TAHNIAH UNTUK TIM ADVOKAT LBH PELITA KORWIL SULAWESI TENGGARA

[Catatan Hukum Advokasi Aktivis Mahasiswa Islam Hikma Sanggala]


Oleh : Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat

Pada Kamis, 5 Maret 2020, Majelis Hakim pengadilan Tata Usaha Negara kota Kendari telah memutus Gugatan Sengketa Tata Usaha Negara antara Hikma Sanggala melawan Rektor IAIN Kendari. Amar putusan menyatakan menolak Gugatan yang diajukan oleh Hikma Sanggala.

Dengan demikian, Majelis Hakim telah membenarkan tindakan zalim Rektor IAIN Kendari yang telah mengeluarkan SK DO terhadap Hikma Sanggala. Secara hukum Rektor IAIN Kendari telah memenangkan perkara.

Namun, rasa memang tak pernah bohong. Putusan yang memenangkan Rektor IAIN Kendari itu serasa hambar. Kemenangan itu tidak disambut secara gegap gempita oleh tim hukum maupun jajaran Rektorat IAIN Kendari.

Bahkan media justru memberitakan para ulama, para ustaz, para tokoh, aktivis mahasiswa dan segenap pengunjung pengadilan yang menghadiri sidang untuk memberikan empati dan dukungan kepada Hikma Sanggala justru yang melakukan aksi sujud syukur. Padahal secara zahir Hikma Sanggala dikalahkan.

Semua telah melihat bagaimana upaya tim hukum dari LBH Pelita Umat Korwil Sulawesi Tenggara, secara gamblang dan rinci menjelaskan bahwa KTUN objek sengketa telah terbit secara cacat hukum. Baik secara kewenangan, prosedural maupun substansi, objek KTUN aquo bermasalah.

Dari aspek kewenangan Rektor IAIN Kendari telah menyalahgunakan kewenangan secara zalim menerbitkan SK DO tanpa mengindahkan aspek kewenangan yang tidak bebas mutlak, tapi kewenangan yang dibatasi oleh undang-undang. 

Dari aspek prosedur, terbukti KTUN objek sengketa diterbitkan dengan telah menyalahi prosedur dalam penerbitannya.

Dan secara substansi ini yang paling fatal. Bagaimana mungkin seorang mahasiswa yang sedang menjalankan kewajiban agamanya, yakni mendakwahkan ajaran Islam Khilafah, dijadikan dasar pemecatan oleh Rektor IAIN Kendari ? Sejak kapan dakwah diharamkan di negeri ini ? Apa dasar hukumnya Khilafah dipersoalkan ? 

Sampai hari ini tidak ada satupun undang-undang , pasal atau putusan pengadilan yang menyebutkan Khilafah sebagai ajaran terlarang. Khilafah adalah ajaran Islam yang telah diketahui oleh umat secara umum, dan para ulama telah Ijma' tentang kewajibannya.

Lantas bagaimana mungkin Rektor mempersoalkan mahasiswanya hanya karena pengemban dakwah Khilafah ? Apakah mendakwahkan Khilafah sebuah kejahatan ? Jika ini perspektifnya, maka jahat sekali Rektor IAIN Kendari.

Meskipun demikian publik juga tahu, bahwa Hikma Sanggala sedang diadili secara politik. Hukum hanyalah sarana, sementara rezim telah memiliki perspektif politik : Bahwa Hikma Sanggala harus dikalahkan apapun dan bagaimanapun caranya.

Namun dari perspektif lain, rasanya Hikma Sanggala wajib berbesar hati. Tim Kuasa hukum dari LBH PU Korwil Sulawesi Tenggara juga demikian.

Sebab Apa yang dihadirkan oleh kuasa hukum, baik argumentasi maupun bukti-bukti, telah begitu jelas menguatkan kesimpulan Hikma Sanggala sedang dizalimi. Mestinya pengadilan membatalkan kezaliman ini, namun faktanya pengadilan justru melegitimasinya.

Bagaimanapun tim  hukum LBH Pelita Umat Korwil Sultra telah sukses mengawal kasus. Karena itu penulis menyampaikan ucapan selamat kepada tim LBH Pelita Umat Korwil Sulawesi Tenggara yang menangani perkara Hikma Sanggala. Semoga apa yang telah dilakukan oleh tim hukum, dicatat sebagai amal sholeh dan akan menjadi pemberat timbangan amal kelak di akhirat. 

Secara khusus penulis ucapkan selamat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Rekan Asmar, SH, Rekan Rahman Fulani, SH, Rekan Edi Sulkipli, SH, Rekan Suratman Hamid, SH, dan Rekan Risman, SH, yang telah berjuang secara hukum membela Hikma Sanggala.

Tugas kita di tim LBH Pelita umat adalah membela dan melayani urusan umat. Penulis telah melihat dengan jelas, bagaimana tim pembela dari LBH Pelita umat Korwil Sulawesi Tenggara, memberikan pembelaan dan pelayanan maksimal kepada Hikma Sanggala sejak proses pendaftaran gugatan hingga putusan.

Tugas-tugas pembelaan hukum dan pelayanan umat LBH Pelita umat kedepan akan semakin menantang, karena itu LBH harus lebih maksimal menyiapkan diri untuk menghadapi segala situasi dan kondisi yang mungkin terjadi. Semoga Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan pertolongan kepada kita semua, amin. [].

No comments