Headline

ALI BAHARSYAH DITANGKAP DAN DITAHAN ATAS TUDUHAN UJARAN KEBENCIAN SARA-ETNIS DAN MENJAWAB ATAS ADANYA DUGAAN TUDUHAN PORNOGRAFI?

Oleh, Chandra Purna Irawan SH MH (Sekjen LBH PELITA UMAT)

Berkaitan dengan penangkapan dan penahanan client kami, sdr Ali Baharsyah. Berikut ini saya akan memberikan pendapat hukum (legal opini) sebagai berikut:

PERTAMA, Bahw Ali Baharsyah ditangkap diantaranya atas dugaan unggahan video yang pada pokoknya sebagai berikut "...... keturunan China Kafir di Indonesia bebas beribadah, ada yang jadi pengusaha, pejabat...... kondisi ini berbanding terbalik dengan umat Islam Uyghur yang hidup di Xinjiang, mereka dipaksa melepaskan Aqidah nya, mereka dianiaya, disiksa........" . Video ini dibuat oleh Ali Baharsyah terkait pembelaan terhadap Muslim Uyghur pada tahun 2019. Ali Baharsyah diperiksa atas laporan internal polisi (LP type A) yaitu Laporan Polisi Nomor: LP/A/0290/111/2019/BARESKRIM tanggal 06 Maret 2019;

KEDUA, Bahwa Perkara yang dituduhkan terkait adanya dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan/atau diskriminasi terhadap ras dan etnis, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 16 Jo Pasal 4 huruf b angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

KETIGA, Bahwa saya berpendapat pernyataan Ali Baharsyah terkait frasa "Keturunan China Kafir di Indonesia..." harus disimak secara keseluruhan dari isi video. Dan apabila dilihat tidak terdapat ujaran berupa ajakan atau provokasi untuk melakukan kejahatan terhadap etnis dan kata "kafir" bukanlah ujaran kebencian, melainkan istilah agama. Jangan sampai istilah agama dipermasalahkan karena dikawatirkan berpotensi menistakan ajaran agama;

KEEMPAT, Bahwa didalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan), surat penangkapan dan penahanan tidak ada terkait pidana pornografi. Kami sangat yakin bahwa client kami tidak menyimpan video porno. Keyakinan ini dikarenakan Ali Baharsyah adalah aktivis dakwah, shaleh, amanah dan sudah menikah memiliki anak, dan Handphone Ali Baharsyah adalah HP yang baru dibeli beberapa hari sebelum ditangkap, rasanya sulit diterima oleh akal sehat atas adanya dugaan tuduhan pornografi tersebut; 

Wallahualam bishawab [ ]

No comments