Headline

KENAPA HARUS ADA RAPAT NASIONAL ADVOKAT DAN SARJANA HUKUM MUSLIM INDONESIA ?

[Catatan Hukum Pengantar Rapat Nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia Tahun 2020]

Oleh : Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat


Kami menyadari, ditengah pragmatisme politik dan iklim interaksi yang serba diukur materi, orang cenderung mempertanyakan benefit materi apa setiap mengadakan atau mengikuti suatu kegiatan. 

Ditengah apatisme dan kegalauan umat pada kondisi hukum di negeri ini, tentu sangat wajar ada atau bahkan banyak yang mengajukan pertanyaan : kenapa harus ada rapat nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia ?

Untuk memberikan gambaran dan jawaban atas pertanyaan dimaksud, Kami ingin mengajukan beberapa penjelasan sebagai berikut : 

Pertama, kondisi kerusakan hukum di negeri dapat diindera oleh siapapun, terlebih lagi bagi Advokat atau sarjana hukum.

Realitas timpang penegakan hukum di negeri ini begitu jamak kita temui. Hukum hanya tajam kebawah, tapi tumpul ke atas. Hukum diberlakukan secara tebang pilih atau pilih tebang.

Hukum tidak adil, hukum tidak menjamin kepastian. Yang sudah divonis bersalah dan dipenjara, berdalih Virus Corona dibebaskan.

Yang menyuarakan ajaran Islam, mengoreksi penguasa, meluruskan kesalahannya, malah ditangkap. Bahkan, meski disituasi pandemi Covid-19 aktivis Islam seperti Ali Baharsyah juga tetap ditahan.

Padahal sebelumnya Polri berjanji tidak akan menahan tersangka pada proses hukum semasa pandemik. Penahanan bersifat ultimatum remidium.

Namun, faktanya tidak demikian. Ali Baharsyah tetap ditahan disituasi pandemi, saat Ramadhan, permohonan penangguhan yang telah dijamin keluarga, para tokoh dan ulama, juga diabaikan Penyidik.

Keadaan ini tentu memantik rasa empati dan keprihatinan, tak terkecuali bagi para Advokat dan Sarjana Hukum Muslim. Agenda rapat ini, adalah salah satu wujud Keprihatinan Advokat pada persoalan hukum yang mendera bangsa ini.

Kedua, ada persamaan pandangan tentang realitas yang rusak yang terjadi di negeri ini, baik pada aspek hukum, politik ekonomi, dan bidang-bidang lainnya. Hanya saja umat ini belum memiliki kesatuan pandangan, kesatuan visi yang jelas untuk dituju dan diperjuangkan secara bersama-sama.

Dengan pemahaman yang sama akan visi, akan cita-cita idiil, diharapkan akan mampu menyatukan Umat. Umat ini tak mungkin disatukan dalam satu organisasi, namun sangat mungkin dan alamiah akan disatukan dalam satu visi, yakni visi Islam.

Ketiga, elemen Advokat dan Sarjana Hukum Muslim sesungguhnya bagian dari umat ini yang juga ingin mendedikasikan profesi, pikiran dan perhatiannya bagi usaha-usaha perbaikan negeri.

Yang lebih penting, melalui rapat ini kami ingin mendiskusikan Islam secara komprehensif, sebagai solusi paripurna atas berbagai problematika bangsa yang mendera bangsa ini.

Keempat, sungguh pun upaya dan ikhtiar yang kami lakukan tak memberikan pengaruh besar, namun setidaknya apa yang kami lakukan dapat membangunkan kesadaran publik.

Kesadaran bahwa masih ada bahkan masih banyak putra-putra dari anak negeri ini, yang serius memikirkan masa depan bangsa, yang tidak terjebak pada materialisme dan pragmatisme.

Empat alasan diatas, setidaknya menjadi alasan dasar kenapa kami menyelenggarakan Rapat Nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia Tahun 2020. Semoga, Ikhtiar kecil ini dapat menjadi simpanan amal shaleh, yang kelak akan menjadi pemberat timbangan amal di Yaumil Hisab. Amien yarobbal alamien. [].

No comments