Headline

KORBAN AROGANSI APARAT, ALI BAHARSYAH TETAP MENDEKAM DI TAHANAN BARESKRIM DALAM SITUASI PANDEMI DAN NUANSA RAMADHAN

Oleh : Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat

Pada Jum'at (24/4), Tim Hukum LBH Pelita Umat yang menangani kasus Ali Baharsyah kembali mengeluarkan pernyataan hukum. Beberapa poin tindakan Penyidik Ditsiber Polri dikritik, khususnya sikap Polri yang tak mengabulkan Permintaan Penangguhan Penahanan yang telah dijamin oleh keluarga, para tokoh dan ulama.

Lagi-lagi, berdalih Kewenangan Polri menahan Ali Baharsyah. Bahkan, bukan jawaban atas surat penangguhan Penyidik Ditsiber Polri justru mengirim surat perpanjangan penahanan untuk 40 hari lagi kedepan.

Padahal, menahan tersangka menurut KUHAP bukanlah hak Penyidik, namun wewenang Penyidik yang dijalankan berdasarkan undang-undang. (Pasal 1 angka 21 KUHAP).

Penyidik hanya berwenang menahan tersangka, jika dalam proses penyidikan dikhawatirkan akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau melakukan tindak pidana lagi. (Pasal 21 ayat 1 KUHAP).

Semestinya, wewenang ini tidak lagi perlu dilakukan mengingat Ali Baharsyah telah dijamin oleh keluarga, tokoh dan ulama tidak melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau melakukan tindak pidana lagi.

Surat penangguhan dan jaminan yang dikirim kuasa hukum semestinya cukup untuk dijadikan pertimbangan untuk menangguhkan atau mengalihkan Penahanan Ali Baharsyah. Apalagi, selain musim Pandemi saat ini telah memasuki bulan suci Ramadhan.

Nampak, alasan Pandemi, bulan suci Ramadhan, jaminan keluarga, jaminan para tokoh dan ulama, tidak merubah sikap arogan polisi untuk dapat bertindak bijak. Polisi bahkan, mengirim surat perpanjangan penahanan.

Kuat dugaan, Penyidik juga akan memaksimalkan wewenang untuk menahan Ali Baharsyah hingga 40 hari kedepan, sehingga total Penahanan yang menjadi wewenang Penyidik dimaksimalkan.

Sabarlah wahai Ali Baharsyah, sungguh setiap makar dan kezaliman pasti akan kembali kepada pembuatnya.

Memperjuangkan syariah Islam dan Khilafah adalah perintah Allah SWT. Engkau telah memilih mentaati perintah dakwah yang diserukan oleh Allah SWT dan menyelisihi perintah pengusa zalim.

Wahai umat Islam, demikianlah hukum yang berlaku di negeri ini. Ali Baharsyah ditangkap dan ditahan karena menyerukan ajaran Islam khilafah.

Sementara gerombolan gembong penghina agama, Ade Armando, Fictor Laiskodat, Busukma, Abu Janda, Deni Siregar, dan semua buzzer rezim, hingga saat ini dapat terus melenggang bebas dan konsisten membela rezim dan menyakiti hati umat Islam. 

Setiap menindak aktivis, para pengkritik, Polisi selalu berdalih menindaklanjuti laporan, menjalankan tugas menegakan hukum. Tetapi jika laporan itu dari elemen umat Islam, laporan diabaikan. Bahkan, untuk kasus Sukmawati malah berujung SP3.

Sakit dan sedih sekali menjadi umat Islam mayoritas di negeri ini. Mayoritas dalam jumlah, tetapi hal hukum yang diterima umat Islam sangat minor, selalu menjadi korban dan diabaikan. [].

No comments