Headline

LBH PELITA UMAT MELAPORKAN PENYIDIK DITSIBER POLRI KE KOMNAS HAM

LBH-PU, News. Jakarta, Kuasa Hukum dari LBH Pelita Umat, Henri Kusuma dan Chandra Purna Irawan yang mendapat kuasa dari 3 (tiga) orang saksi yang ikut ditangkap oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Polri melaporkan Tim Penangkapan Ali Baharsyah dan saksi-saksi ke Komnas HAM pada Selasa (7/4). Pasalnya, dalam penangkapan Ali Baharsyah dan 3 orang saksi Penyidik melakukan tindakan kekerasan dan pengekangan kebebasan individu yang diduga melanggar Hak Asasi Manusia.

"Ketiga saksi di intimidasi, ditangkap tanpa surat penangkapan, tidak pula ada surat panggilan, di ancam secara lisan bahkan mendapat kekerasan fisik berupa saksi Adit di pukul mulutnya oleh salah satu Penyidik tim penangkapan Ditsiber" terang Henri.

Lebih jauh Chandra juga menjelaskan Penyidik arogan memasuki ruang privasi Saksi, mengacak-acak isi rumah, memeriksa, mencari bukti, bahkan mengambil sejumlah barang pribadi milik saksi tanpa proses pemeriksaan barang dan penyerahan barang yang dituangkan dalam berkas Berita Acara.

"Ketiga klien kami saat ditangkap tak ada status, baru diperiksa dijadikan saksi atas Kasus Ali Baharsyah. Perlakuan Penyidik diduga kuat melanggar HAM. Apa dasarnya menjemput klien kami secara paksa ? Memangnya Penyidik melakukan OTT ? memangnya klien kami tertangkap tangan ?" sesal Chandra, yang dengan nada tinggi menjelaskan.

Penangkapan tiga saksi ini adalah bagian dari rangkaian penangkapan Alimudin Baharsyah yang ditangkap pada Jum'at malam (3/4).

Ali ditetapkan sebagai Tersangka dan dikenakan pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 Tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 14 ayat (2) dan/atau pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana dan/atau pasal 207 KUHP dan/atau pasal 107 KUHP. []. Ak.

No comments