Headline

LBH PELITA UMAT MENGECAM MABES POLRI TERKAIT TUDUHAN PORNOGRAFI PADA ALI BAHARSYAH


Jakarta, Pada Selasa (7/4), LBH Pelita Umat membacakan Pernyataan dan Tanggapan Hukum terkait kasus yang menimpa kliennya, Alimudin Baharsyah. 

Pada Surat Pernyataan bernomor : 02/P/LBH-PU/IV/2020, terdapat 15 (poin) Pernyataan dan Tanggapan Hukum.

Diantaranya, LBH Pelita Umat mengecam Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri yang mengaitkan Ali Baharsyah dengan kasus Pornografi.

"Bahwa Kami tim hukum LBH Pelita Umat menjamin 100% bahwa Alimudin Baharsyah disidik dalam kasus yang sama sekali tidak terkait tindak pidana pornografi." Begitu salah satu kutipan pernyataan yang disampaikan.

Selanjutnya, LBH PU menyatakan keberatan dan mengecam keras tindakan Mabes Polri yang mengumumkan informasi tentang sejumlah bukti terkait pornografi, padahal materi dan pasal terkait pornografi tak pernah muncul dalam surat dimulainya penyidikan, surat ketetapan tersangka, surat penahanan, dan tak pernah disingung dalam berkas Berita Acara Pemeriksaan (BAP). 

Lebih jauh, LBH Pelita Umat juga menduga Mabes Polri telah melakukan "Pembunuhan Karakter (Character Assassination)" terhadap klien kami, sebagaimana dahulu juga pernah terjadi terjadi dan dialami oleh Habibana Muhammad Rizq Syihab yang dituding melakukan Chat Mesum.

Ali Baharsyah ditetapkan sebagai Tersangka dan dikenakan pasal 45A ayat (2) Jo. Pasal 28 ayat (2) UU No 19 tahun 2016 Tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang ITE dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU No 40 tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 14 ayat (2) dan/atau pasal 15 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan hukum Pidana dan/atau pasal 207 KUHP dan/atau pasal 107 KUHP. []

No comments