Headline

MARHABAN YA RAMADHAN, BULAN PERJUANGAN

[Catatan Hukum Menyambut Shaum Ramadhan 1441 H]

Oleh : Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat


Tak terasa, kita sudah berada dipenghujung bulan Sya'ban. Bulan suci Ramadhan sebentar lagi akan hadir, membawa keberkahan, pahala berlipat dan ampunan dari Allah SWT.

Tak terasa pula, kami di LBH Pelita Umat telah hampir 2 (dua) tahun melakukan kerja-kerja hukum dalam membela dan melayani urusan umat.

LBH Pelita Umat didirikan pada tanggal 24 Mei 2018, artinya pada tanggal 24 Mei tahun 2020 nanti usianya genap dua tahun.

Ditakar dari usia, dan dibandingkan dengan banyaknya lembaga bantuan hukum lainnya, dua tahun boleh dikatakan baru seumur jagung. Namun jika ukuran pembelaan dan layanan hukum pada masyarakat didasarkan pada kinerja, tentu saja usia tak berpengaruh terhadap kinerja.

Ada pepatah bijak menyatakan orang menjadi bijak dan dewasa bukan karena usia, tetapi sarat akan pengalaman dan kemampuan menanggung beban hidup. Bertambahnya usia hanya menandakan bertambah tua, jika tidak dibarengi dengan usaha dan karya.

Di LBH Pelita Umat, dalam usia yang baru seumur jagung ini, Alhamdulillah kami telah melakukan sejumlah advokasi hukum terhadap para ulama, aktivis, simbol hingga ajaran Islam yang menjadi korban kriminalisasi kekuasaan zalim.

Memang benar, tak semua Advokasi yang kami lakukan sampai ke tingkat pengadilan. Adakalanya, Advokasi yang kami lakukan bersifat pemberian pernyataan pembelaan, Advokasi opini hukum, serta advice hukum. Hal ini sebagaimana yang kami lakukan, saat memberikan Advokasi hukum kepada Ust Abdul Shomad.

Namun tak sedikit, aktivis dan ulama yang kami Advokasi sejak pemberian advice hukum, pernyataan pembelaan, opini hukum baik dalam bentuk video, meme dan artikel, hingga sampai ke meja peradilan, seperti Advokasi hukum yang kami lakukan terhadap Gus Nur.

Pernyataan hukum dan artikel pembelaan hukum selalu kami buat secara berkala, untuk membela sejumlah ulama yang dikriminalisasi rezim, seperti terhadap Habibana Muhammad Riziq Syihab, Ust Alfian Tanjung, Ust Felix Siauw, Ust Hanan attaki, Ust Khalid Basalamah, dan sejumlah aktivis seperti Ahmad Dhani, Jon Ru, Buni Yani, dan yang lainnya.

Sementara pembelaan hukum terhadap ajaran Islam khilafah, bendera Al Liwa dan Ar Royah, selalu konsisten kami lakukan baik dalam bentuk pernyataan hukum, artikel, dan pembuatan meme hukum.

Selain Advokasi pada tokoh, kami juga melakukan Advokasi pada kegiatan keumatan. Kami ikut mengawal sejumlah aksi keumatan seperti Tabligh Akbar, Masyiroh (aksi unjur rasa), dan sejumlah kegiatan keumatan lainnya.

Untuk membangun silaturahmi dan penguatan Advokasi opini hukum, kami secara rutin menyelenggarakan diskusi hukum bertajuk "Islamic Lawyers Forum (ILF)" yang diselenggarakan setiap sebulan sekali.

Saat ini, ILF di Jakarta telah memasuki edisi ke -15. Selain di Jakarta, ILF juga diselenggarakan di Kota Semarang, Solo, Bandung, Sumedang, Jogja, Surabaya, Jember, Ngawi, Magetan, Sidoarjo, Malang, Madura, Kendari, Makasar, Banjarmasin, Pekan Baru, Lampung, Depok, Bogor, Tangerang, Karawang, dll.

Selain mengundang tokoh hukum yang kompeten, ILF juga menjadi ajang silaturahmi para tokoh dan ulama yang turut hadir dalam diskusi.

Dr. Abdul Chair Ramadhan, SH MH, Dr. Ihsanudin Norsy, Dr Abdulah Hehamahua, Pak Kivlan Zen, Bang Salamudin Daeng, Dr Ahmad Redi, Dr. Eggi Sudjana, Dr. Wahyu Nugroho, Bang Novel Bamukmin, Bang Damai Hari Lubis, Bang Edy Mulyadi, Ust Eka Jaya, adalah diantara sederet nama yang pernah hadir sebagai narasumber diskusi.

Sejumlah LBH juga kami ajak bersinergi, ada LBH Usahid, LBH PAHAM, LBH Bang Japar, LBH Keadilan dan LBH Pejabat.

Seiring banyaknya Kerja-kerja hukum juga aktivitas Advokasi hukum yang kami lakukan, ujian demi ujian juga datang silih berganti.

Pada mulanya, fokus kami hanya mengadvokasi kasus klien atau kasus publik terkait isu keumatan. Namun, resiko berhadapan dengan hukum juga kami alami.

Rekan Budihardjo, ketua LBH PU Korwil Jatim mendapatkan perlakuan tidak hormat dari oknum aparat, saat berorasi mengawal aksi di Malang.

Rekan Hendro, terpaksa debat panas dengan perwira polisi saat mengawal massa aksi yang mengibarkan bendera tauhid di Semarang.

Rekan Akmal Kamil Nasution, ketua LBH PU Korwil Kepri sempat diambil paksa aparat saat mengadvokasi aksi bela Islam dan mengibarkan bendera tauhid.

Penulis sendiri, pada 16 Januari yang lalu juga mengalami penangkapan oleh penyidik Ditsiber Polri hanya karena mengunggah artikel kritik atas kasus Korupsi Jiwasraya, kritik bantuan Ormas 1,5 T, Perlawanan SBY, kritik Pancasila terlarang dan mengunggah artikel khilafah ala TV One.

Karena itu menjelang Ramadhan ini, penulis selain ingin mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa sekaligus memohon dukungan dan doa segenap elemen umat, agar LBH Pelita Umat tetap Istiqomah menjalankan Kerja-kerja Advokasi dalam membela dan melayani urusan umat.

Atas nama seluruh keluarga besar LBH Pelita Umat, kami mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga segala amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, Amien.

Kepada segenap anggota LBH Pelita Umat, pesan kami bulan Ramadhan adalah bulan perjuangan. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk meningkatkan aktivitas pembelaan hukum di bulan Ramadhan, meskipun dalam suasana pandemik akibat mewabahnya Covid-19. [].

No comments