Headline

MENJADI ADVOKAT YANG BERUNTUNG DUNIA-AKHIRAT

Oleh: Wahyudi al Maroky
(Pembina LBH Pelita Umat)

[Materi disampaikan dalam acara Rapat Nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia]


Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang diberika kepada kita. Bahkan di tengah wabah corona ini kita masih bisa bersua meski lewat dunia maya. Ini nikmat yang luar biasa. Semoga para peserta dan pembicara serta para panitia mendapat keselamatan dan limpahan barokah dari Allah. Juga apa yang dibicarakan nanti bisa bermanfaat buat umat dan negeri ini serat menjadi amal sholih kita semua.

Kami sampaikan terima kasih atas kehadiran para peserta dan pembicara. Juga panitia yang telah berihtiar menyelenggarakan diskusi dan rapat para advokat dan para sarjana hukum Muslim pada penghujung April 2020 ini.  terima kasih juga kepada para pakar yang hadir; Prof Suteki (pakar hukum Progresif), Dr, Abdul Chair Ramadhan (Pakar hukum Pidana) dan Candra Purna Irawan, SH, MH (Ketua KSHUMI/Sekjen LBH Pelita Umat).

Pertemuan kita ini dilatari karena KECINTAAN pada negeri ini. Para advokat dan para ahli hukum Muslim ini ingin memberikan kontribusi positif dan solusi atas berbagai persoalan di negeri ini.

Para advokat dan ahli ini sangat paham betul masalah hukum di negeri ini. mereka melihat dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri. Bahkan mereka juga merasakannya langsung bahwa berbagai problem yang mendera negeri ini adalah problem sistemik, multi dimensi, yang memerlukan penyelesaian secara sistematis dan komprehensif. 

Posisi advokat sangatlah strategis. Mereka seperti BINTANG di malam Gelap. Selain menambah Indahnya malam, mereka juga bisa menjadi arah petunjuk. Merekalah orang yang paham aturan. Mana yang wajib dilaksanakan dan mana yang dilarang dan harus dihindari. Mereka sangat paham bagaimana bisa meniti dan mencari celah agar bisa selamat dari jerat hukum di dunia ini.

Sedangkan posisi Para Advokat dan Sarjana Hukum Muslim tentu jauh lebih strategis lagi. Mereka adalah BINTANGNYA bintang. Mereka tidak hanya harus memahami aturan yang bisa selamat di dunia. Lebih dari itu mereka punya tanggungjawab besar membawa diri mereka dan umat ini agar bisa selamat dari aturan dunia dan juga selamat dari aturan di akhirat kelak. Itulah ciri advokat yang BERUNTUNG.

Setidaknya Ada 3 (tiga) kriteria Orang yang beruntung. Bisa kita temukan dalam kitab suci alquran. Kriteria itu berasal dari Allah, sebagaimana termaktub dalam kitab suci Nya:

“Dan Hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang MENYERU kepada AL KHAIR (kebajikan), MENYURUH kepada yang MAKRUF, MENCEGAH dari yang MUNKAR, merekalah orang-orang yang beruntung. (TQS. Ali Imran : 104)

Dari ayat ini dapat kita pahami, bahwa ada tiga kriteria orang yang Beruntung: 
PERTAMA: menyeru kepada al Khair (kebajikan). Yang dimaksud Alkhair adalah islam. Dal tafsir Imam ibnu Katsir dijelaskan, Alkhair (kebajikan) adalah yang mengikuti alquran dan sunnah. Karena tidak ada yang lebih Baik dari Islam, yang mendatangkan kebaikan. 
Maka seseorang terkategori beruntung mesti menyeru atau mengajak kepada ajaran-ajaran islam, bukan mneyeru yang lain. 

KEDUA; Memerintahkan atau menyuruh berbuat Makruf (perbuatan baik). Setelah menyeru atau mengajak kepada islam maka orang yang beruntung juga punya kewajiban selanjutnya yakni, menyuruh orang untuk mengerjakan yang makruf. 

Menyuruh atau orang untuk mengerjakan yang makruf memerlukan keberanian tersendiri. Biasanya mereka yang punya pengikut bisa efektif melakukan ini kepada pengikutnya. 

KETIGA; Mencegah dari yang mungkar (perbuatan durhaka atau melanggar). Mencegah orang lain agar tak melakukan pelanggaran hukum (berbuat dosa). Mencegah bermakna bukan sekedar melarang. Karena kalau melarang hanya ucapan. Sedangkan mencegah ada upaya tindakan untuk menghalangi atau menggagalkan orang lain melakukan pelanggaran atau berlaku zalim.

Pada umumnya orang yang mencegah ini memiliki tantangan dan resiko lebih besar. Karena biasanya orang yang sudah sering melakukan pelanggaran adalah orang zalim. Ini diperlukan kewenangan yang bisa memaksa orang untuk tidak melanggar atau berbuat zalim.

Satu-satunya institusi yang punya kewenangan memaksa orang secara legal dan sah adalah negara. Maka negara mesti diingatkan agar melakukan tugasnya melindungi rakyat yang baik dengan cara mencegah orang jahat yang akan melakukan kezaliman.

Sebagai advokat muslim dan para ahli punya tanggungjawab ilmu dan posisinya yang telah dianugerahkan oleh Allah. Ia adalah BINTANGNYA BINTANG. Ia memiliki kewajiban lebih dibanding masyarakat umumnya. Ia sangat berpeluang menjadi Advokat yang beruntung. Ia DISENANGI MANUSIA dan DICINTAI ALLAH. 

Sebagaimana kita pahami bahwa akar masalah dari segenap problematika yang mendera negeri ini berpangkal pada ketidaktaatan manusia pada Allah SWT. Banyak manusia yang tidak mau menerima (ingkar) bahkan menolak hukum Allah. Mereka tidak mau menerapkan hukum Allah SWT. Bahkan mereka menjadikan Allah SWT sebagai musuhnya dengan berbagai tindakan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan para pengembannya.

Disinilah pentingnya Advokat muslim untuk tampil dan mengambil peran menjadi PEMBELA bagi mereka yang dikriminaisasi. Advokat harus tampil membela orang-orang yang MENYERU (mengajak) kepada islam, juga yang MENYURUH atau memerintahkan yang MAKRUF serta MENCEGAH orang MUNGKAR.

Dengan menjadi tim Advokat yang membela ajaran Islam dan para aktifisnya yang dikriminalisasi, semoga mereka termasuk yang DISENANGI MANUSIA dan DICINTAI ALLAH. Merekalah orang-arang yang beruntung dunia-akhirat. Aamiin.

No comments