Headline

UCAPAN TAHNIAH KEPADA SELURUH PESERTA RAPAT NASIONAL ADVOKAT DAN SARJANA HUKUM MUSLIM INDONESIA TAHUN 2020

Oleh: Ahmad Khozinudin, SH
Ketua LBH Pelita Umat


Alhamdulillah, agenda Rapat Nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia Tahun 2020 sukses digelar. Semua ini tak luput dari peran peserta yang antusias mengikuti agenda rapat, dari awal sampai akhir.

Pada data rekap panitia, ada 140 peserta terdaftar dari seluruh Indonesia. Pada saat pelaksanaan, di room zoom meeting, terlihat ada 120 Peserta yang online menyimak dan mengikuti rapat dengan tertib dan khidmat.

Awalnya, penulis sempat agak kesulitan untuk mengkondisikan suasana rapat. Sebab, penulis memiliki pengalaman memimpin sidang dalam rapat-rapat kongres Advokat, biasanya agak sulit "mengontrol" peserta dengan latar belakang Advokat.

Terlebih lagi, pada sesi penyampaian masukan dan pendapat, juga pertanyaan-pertanyaan. Namun, Alhamdulillah ternyata beberapa pengertian berupa penyampaian informasi seputar teknis rapat online lumayan membantu berjalannya rapat dengan khidmat.

Diantara teknis yang memudahkan kontrol rapat, adalah atensi peserta baik pertanyaan dan pernyataan disampaikan pada line chat di meeting zoom. Dengan demikian, semua atensi tetap tertampung dan agenda rapat tetap berjalan sesuai agenda.

Hanya saja, ada kendala waktu. Memang idealnya, rapat diadakan dengan durasi minimal satu dari, dari pukul 08.00 sampai 16.00.

Namun karena situasi Ramadhan, juga kondisi dan latar belakang Peserta yang berbeda maka rapat di desain hanya untuk durasi 2,5 jam. Dimulai pukul 09.00 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB.

Meski dengan waktu terbatas, substansi dan tujuan rapat secara umum terpenuhi. 

Rapat yang dilatarbelakangi situasi pandemik Covid-19, terbitnya Perppu Nomor 1 tahun 2020, pembahasan RUU Omnibus Law Cipta Kerja, Kriminalisasi para aktivis dimusim pandemik, akhirnya dapat terselenggara. 

Dalam rapat, perwakilan Advokat dan Sarjana Hukum Muslim Indonesia dari LBH Pelita Umat dan KSHUMI juga sempat menyampaikan pernyataan bersama.

Poin penting Pernyataan Bersama tersebut adalah adanya pandangan bahwa akar masalah dari segenap problematika yang mendera negeri ini berpangkal pada ketidaktaatan manusia pada Allah SWT, keengganan dan ingkarnya manusia menerapkan hukum Allah SWT, bahkan menjadikan Allah SWT sebagai musuh melalui berbagai tindakan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan para pengembannya.

Adapun problem ikutan sebagai bagian dari problem cabang, seperti masalah korupsi, bencana Kesehatan, bencana ekonomi, masalah hukum yang tidak adil, politik yang pragmatis, sistem politik yang menyebabkan minimnya aktor negarawan dan hanya menghasilkan para politisi, perampokan sumber daya alam oleh asing, serbuan TKA China, dan sederet problem lainnya tidak akan pernah tuntas sebelum bangsa ini menerapkan syariah Islam secara kaffah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Seruan Islam kaffah ini, semakin sejalan dengan materi orasi Pemantik yang disampaikan oleh Prof Suteki berjudul "Menggagas Hukum Progresif Sebagai Sarana dan Kerangka Penegakan Sistem Pemerintahan Islam".

Penerapan Islam kaffah tak mungkin wujud kecuali dalam sebuah sistem yang mengadopsi sistem pemerintahan Islam. Adapun sistem pemerintahan Islam tak lain adalah khilafah.

Celakanya, masih menurut pernyataan bersama yang dibacakan oleh Rekan Advokat Muhammad Nur Rakhmad, SH, dalam kasus Ali Baharsyah, ada dugaan kuat kriminalisasi terhadap ajaran Islam khilafah dan para pengembannya, ditilik dari bukti yang dipermasalahkan dan pasal-pasal yang dijadikan dasar pemeriksaan. 

Karena itu, pernyataan bersama secara tegas menuntut Negara harus segera menghentikannya, sebab jika tidak dikhawatirkan bangsa ini akan semakin terpuruk karena melakukan kezaliman terhadap ajaran Islam dan para pengembannya.

Mengenai dugaan Kriminalisasi ini, dr Abdul Chair Ramadhan SH MH secara apik membedahnya melalui Materi Orasi Pemantik, dengan judul : "Kriminalisasi dan Persekusi dalam Tinjauan Hukum Pidana, sebuah Refleksi Konsepsi Negara Hukum".

Melalui Orasinya, ahli Pidana yang juga Direktur HRS CENTER ini memastikan adanya praktik kriminalisasi dalam proses penegakan hukum di negeri ini khususnya jika berkenaan dengan aktivis yang kontra Rezim.

Rekan  Chandra Purna Irawan, SH. MH, Ketua KSHUMI/Sekjen LBH Pelita Umat, juga turut menyampaikan orasi dengan tema : "Advokasi Hukum dan Politik, sebuah kerangka pembelaan yang melibatkan umat untuk melawan kriminalisasi dan persekusi".

Menurut pantauan tim media, pada saat diselenggarakan rapat selain dihadiri 120 peserta, rapat yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube LBH Pelita Umat ini ditonton 1.495 kali.

Memang ada beberapa substansi pembahasan terkait Perppu No 1 tahun 2020 dan RUU Omnibus Law Cipta Kerja belum tuntas dibahas dalam rapat. Namun, secara umum Peserta Rapat menyampaikan aspirasi menolak kedua produk hukum tersebut.

Terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, kami mewakili panitia mengucapkan terimakasih kepada segenap peserta dan all crew LBH Pelita Umat, ada Bang Terry, Bang Miftah, Bang Brata, yang telah mendukung suksesnya acara.

Secara khusus, dengan segala kerendahan hati dan penuh penghormatan kami ucapkan terima kasih kepada :

1. Drs. H. Halim Husein, SH ,MH., beliau adalah mantan Hakim Pengadilan Tinggi Jabar, sekarang beliau berprofesi sebagai Advokat, Rekan sejawat.

2. Ki Agus Achmad Choiri, SH, beliau Kornas Tim Pembela Ulama, Bandung.

3. Andri Prawira, SH, Sekretaris Ikadin Bale Bandung.

4. Arum Budi Leksono, ST.,SH.,MH, Wakil ketua II STIH IBLAM Jakarta.

5. Adv Aditya P, SH, Rekan sejawat Advokat Semarang, 

6. pak Kusen SH dari Peta Banyumas Raya

7. Adv Unggul Basuki, SH, MH (Mahasiswa S3 FH Undip). 

8 Adv Kemas Ahmad Jauhari, SH., MH.

9. Adv Ricky, SH., Cpl

Selain nama-nama tersebut, kami juga ucapkan terima kasih kepada Rekan Agung Nugroho Susanto (Jogja), Rekan Risman, SH (Kendari), Rekan Supriyanto, SH (Semarang), Rekan Agus Gandara SH MH (Bandung), Rekan Misbahul Anam (Bandar Lampung), Rekan Siswo Utomo, SH (Medan), Rekan Hamdani, SH (Kaltim), Rekan Jayadi SH MH (Makassar), Rekan Henri Kusuma, SH (Tangerang), Rekan Panca Putra Kurniawan SH (Depok), Rekan Akmal Kamil Nasution SH (Kepri), Rekan Budihardjo SHI (Surabaya), Rekan Ferdi SH (Madura), Rekan Amin (Tuban), Rekan Harinoko, SH (Mojokerto), Rekan Umar Syarifudin (Kediri), dan seluruh peserta lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga dengan wasilah rapat, dapat semakin mengokohkan ukhuwah, menyatukan persepsi pentingnya menerapkan Islam kaffah serta dapat berbagi peran dan bersinergi dalam perjuangannya demi tegaknya izzul Islam wal muslimin. [].

No comments