Headline

SYARIAH ISLAM, SOLUSI UNTUK NEGERI

Oleh: Akmal Kamil Nasution,  SH
[Ketua LBH pelita Umat Korwil Kepri]

Alhamdulillah Penulis berkesempatan menjadi pembaca Al-Qur'an pada acara "Rapat Nasional Advokat dan Sarjana Hukum Muslim 2020" yang diselenggarakan pada Kamis, 30 April 2020 yang lalu.  

Acara yang diselenggarakan atas kerjasama LBH Pelita Umat dan KSHUMI ini merupakan sebagai bentuk kepedulian para advokat dan Sarjana Hukum Muslim atas berbagai persoalan faktual yang mendera umat dan bangsa. Mulai dari persoalan penanganan Covid-19, Perppu No. 1 Tahun 2020 yang ditengarai memicu persoalan baru,  pembahasan pindah ibu kota ditengah pandemi, hingga persoalan kriminalisasi terhadap aktivis dan ajaran Islam.

Rapat nasional yang membahas persoalan keummatan rasanya kurang _abdhol_ bila tidak diawali dengan pembacaan kitab suci Al-Qur'an, disamping bentuk pengharapan agar acara ini berkah juga diharapkan betul-betul berguna bagi kemaslahatan umat.

Penulis membacakan QS, Al-maidah[5] ayat 44, 45 dan 47 sekaligus terjemahannya,   dimana penghujung ayat-ayat ini berisikan kewajiban agar umat Islam memutus setiap perkara diantara manusia hanya dengan wahyu (Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW). Dalam ayat ini Allah SWT mencela siapa saja yang tidak berhukum dengan hukum Allah SWT dengan sebutan kafir,  zalim dan fasik.

Sebutan kafir, zalim dan fasik dalam hal ini ditafsirkan dan dirinci oleh ulama  berdasarkan suasana bathin keimanan seseorang,  bila perbuatan dimaksud tidak dibarengi dengan i'tiqod (keyakinan) maka hanya digolongkan sebagai orang zalim dan fasik saja,  sementara bagi yang dibarengi dengan i'tiqod (keyakinan bahwa ada hukum yang lebih baik dari hukum Allah SWT) maka dapat menyebabkan seseorang menjadi kafir.

Ayat ini berkesesuaian dengan pernyataan bersama yang dibacakan pada saat acara,  dimana pada pokoknya Advokat dan Sarjana Muslim 
menilai,  Bahwa akar masalah dari segenap problematika yang mendera negeri ini berpangkal pada ketidaktaatan manusia pada Allah SWT, keengganan dan ingkarnya manusia menerapkan hukum Allah SWT, bahkan menjadikan Allah SWT sebagai musuh melalui berbagai tindakan kriminalisasi terhadap ajaran Islam dan para pengembannya.

Penulispun merasa bersyukur ketika para pembicara berada pada "frekuensi" yang sama, materi orasi yang disampaikan bermuara pada titik yang sama bahwa negeri ini butuh syariah Islam guna mengatasi seluruh problematika yang ada.  

Para pembicara dan peserta tampak jelas memberikan pesan terhadap seluruh elemen umat agar bahu membahu dan berada digarda terdepan untuk memperjuangkan tegaknya hukum Allah SWT dinegeri ini. 

Gagasan dan pesan ini tentu bukan tanpa alasan, saat sosialisme tampak kerusakannya, saat negara kampium kapitalisme global terseok-seok menghadapi epidemi global, maka sangat rasional bila umat Islam kembali kepada sistem yang bersumber dari tuhannya,  itulah syariah Islam.

Wallahu A'lam. []

No comments